Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Juni 2013

Perpecahan 3 Sahabat Naskah Drama 4 Orang Terbaru

Tema : Persahabatan
Tokoh : Aulia, Andin, Audy, Aldi

Kisah ini terjadi disebuah sekolah yang sangat terkenal bernama SMPN 1 Tunas Bangsa. Disana ada suatu persahabatan yang sangat erat yang bisa mereka sebut dengan 3BG.
Di ruangan kelas yang terdapat berbagai kursi dan meja yang tertata rapi terjadi suatu keributan, yang disebabkan salah satu anggota 3BG.

Aldi    : Kenapa ya...., persahabatan 3BG kok sangat erat ? aku  ingin persahabatan mereka jadi putus, tapi bagaimana caranya ? (diam sambil memikir sesuatu)
Aldi    : Ah…., aku curi saja dompetnya Andin, dan setelah itu aku Taruh saja di tasnya Aulia, Andin dan Audy pasti akan Akan menuduh Aulia.” Terlihat anggota 3BG masuk kedalam kelas tertawa-tawa.
Andin : ( sambil membuka tasnya dan terlihat sedang mencari sesuatu dan wajahnya sangat gelisah )
Audy  : Ada apa Din, kok kayaknya gelisah banget ?
Andin : Aduh gimana nih, dompetku hilang.
Aulia  : Kok bias hilang, mungkin ada di rumah kamu.
Andin : Nggak mungkin, tadi aku inget kok dompetku sudah Ku masukkan kedalam tasku.
(Tiba-tiba Aldi memotong pembicaraan mereka dengan lagak sok tahu)
Aldi   : Aku tahu siapa yang mencuri dompet kamu.
Andin : Emangnya siapa Al ?
Aldi   : Dia adalah sahabatmu sendiri yang bernama Aulia.
Audy : Nggak mungkinlah dia yang mencuri dompetku, kamu kok sok tahu banget sih.
Aldi   : Ya sudah kalau kamu nggak percaya, kamu geledah tasnya Aulia.
Andin : Maafkan aku Lia, aku harus menggeledah tasmu untuk Membuktikan omong kosongnya Aldi.
Aulia  : Ya sudahlah nggak apa ?” Andin dan Audy menggeledah tasnya Aulia dan beberapa lama kemudian dompet Andin ditemukan ditasnya Aulia.
Aldi   : Tuhkan bener kataku, Aulia si miskin itu yang mencurinya.
Andin : Kamu kok tega sih Aulia, kalau kamu butuh uang kamu  tinggal bilang sama kami, bukan begini caranya, selama kami selalu membantu kamu, tapi kamu kok tega banget.
Aulia : Tapi bukan aku yang mencurinya.
Aldi   : Terus kamu tuduh aku yang mencurinya, jelas dompet  Andin ada ditas kamukan?
Audy : Dasar, sudah dikasih hati malah minta jantung.
Andin : Mulai saat ini kamu tidak akan jadi sahabat kamu lagi.
Audy : Dasar kau anak miskin. ( sambil menampar pipi Aulia ) Mereka kemudian duduk ditempat mereka masing-masing
Aulia : Ya Allah, cobaan apa yang kau berikan pada persahabatan  Kami, apa salah kami sehingga kau memberi cobaan ini, Ya Allah kembalikan persahabatan kami seperti dulu lagi.
Beberapa lama kemudian bel pulang berbunyi, Andin dan Audy pulang bersama tanpa Aulia. Diperjalanan pulang Andin menerima telpon dari Papanya yang berada diluar negeri.
Kring………kring…..kring….
Andin : Hallo assalamu alaikum, ada apa Pa, kok tumben telpon aku.
Papa : Waalaikum salam, Din Papa mau kasih kabar ke kamu,  sebelumnya maafkan Papa, perusahaan Papa Disini  bangkrut.
Andin : Apa Pa, bangkrut kok bias begitu ?
Papa : proyek yang Papa Buat mengelami rugi yang sangat besar,  Jadi Papa harus menjual perusahaan Papa untuk membayar ganti rugi.
Andin : Jadi kita jatuh miskin Pa?
Papa : Begitulah, besok Papa dan Mama akan pulang ke Indonesia, dan kita harus cari kontrakan rumah, karena  rumah kita akan di segel oleh bank.
Tiba-tiba Andin memutuskan telpon dengan rasa tidak percaya.
Andin : Ini nggak mungkin. ( sambil membanting HP nya)
Audy : Ada apa Din ?
Andin : Perusahaan Papaku bangkrut dan sekarang aku jatuh  miskin.
Audy : Sabar ya.. Din, ini pasti bias kamu lewati kok.
Andin : Audy kamu adalah sahabat aku yang paling setia  denganku, tolong jangan tinggalkan aku.
Audy : Ya… nggak mungkinlah aku ninggalin kamu, tidak  seperti Aulia yang menghianati sahabatnya sendiri.
Andin : Terima kasih Audy. Tiba-tiba ada motor yang melaju kencang hingga menambrak Audy, untungnya saja Aulia menolong Audy.
Aulia : Awas Audy.( sambil berteriak dan mendorong Audy )
Audy : Kamu nggak apakan Aulia.
Aulia : Nggak aku nggak apa kok.
( Pengendara motor itu kemudian turun dari mobil )
Aldi : Kamu nggak apa kan Aulia.
Aulia, Andin, Audy : Aldi…..
Aldi : Maafkan aku yaaa, aku nggak sengaja.
Audy : Makanya kalau naik motor itu jangan kencang-kencang.
Aldi : Ya.. maafkan aku.
Andin : Ya.... sudahlah nggak apa.
Aldi : Din aku mau ngomong sesuatu sama kamu, tentang  masalah tadi di kelas.
Andin : Emangnya ada apa Al.
Aldi : Sebenarnya yang mencuri dompet kamu itu bukan Aulia, melainkan aku.
Andin : Apa Aldi.
Aldi : Aku iri dengan persahabatan kalian yang sangat erat, makanya itu aku mencoba untuk merusak persahabatan kalian, sekali lagi maafkan aku.
Andin : Jadi bukan Aulia yang mencurinya ?
Audy : Jadi persahabatan kita bersatu lagi dong.
Andin : Bersahabatan kita akan selalu abadi sepanjang masa.
Aulia : Sampai akhir hayat menjemput kita, persahabatan ini  Akan tetap bersatu... bersatu.
Andin : 3BG.
Audy : Three.
Aulia : Beautiful.
Andin : Girl.
( Sambil menujukkan tanda persahabatan mereka yang berupa cincin )
Aldi : Oke deh.
( Sambil mengacungkan jempol )

Akhirnya persahabatan mereka bersatu kembali, dan tidak ada yang memisahkan mereka sampai akhir hayat menjemput.

Friendship Naskah Drama 4 Orang Terbaru

FRIENDSHIP

Tema : Persahabatan 
Tokoh : Cherry, Choco, Cindy, Candy 

Kisah ini terjadi di sebuah sekolah yang sangat terkenal bernama Genie High School. Disana ada sebuah persahabatan yang bernama Flames, beranggotakan 3 anak populer yang bernama Choco, Cherry, dan Candy.
Suatu ketika seorang anak bernama Cindy yang dari dulu ingin gabung ke dalam anggota Flames akhirnya memberanikan diri untuk bertanya agar bisa masuk anggota Flames.
Cindy   : “Hai Flames !”
Tapi mereka asyik sendiri sampai tidak menghiraukan Cindy.
Cindy   : “Hei!! Pada ngomongin apa’an sih?”
Choco  : “Eh, siapa sih ni anak? Kepo banget deh!”
Candy  : “Iya nih, sok kenal banget!”
Cherry : “Udah deh, dia kan cuma nanya.”
Cindy   : “Kalau ga mau jawab juga gapapa kok. Aku cuma ingin nanya boleh ga sih aku gabung ke Flames?”
Flames : “WHAATTTT??!!!!!”
Choco  : “Gue ga salah denger nih?”
Candy  : “Ngaca dong! Lo ga punya cermin ya di rumah? Ih kasian banget deh!”
Cherry : “Sorry ya, kita ga ngadain open audition.”
Akhirnya Cindy pergi meninggalkan Flames dengan hati yang amat sangat terluka. Dia pergi menyendiri dengan keinginan balas dendam.
Cindy   : “Liat aja nanti. Gue pasti bakal ngehancurin Flames!”
Keesokan harinya, Cindy datang pagi sekali, di dalam kelas dia hanya bertemu Cherry. Dan kemudian dia mulai menjalankan rencana jahatnya.
Cindy   : “Hai Cherry. Sorry ya kemarin aku ga bermasud bikin kalian marah.”
Cherry : “Iya gapapa kok. Kemarin kita juga yang kelewatan.”
Cindy   : “Cherry, kamu kemarin pulang sendiri?”
Cherry : “Iya, emang kenapa?”
Cindy   : “Kemarin aku lihat cowokmu pulang bareng Candy.”
Cherry : “APA???!! Lo ga salah lihat Cindy?”
Cindy   : “Aku pertamanya sih juga ga percaya. Tapi aku lihat-lihat emang bener.”
Cherry langsung meninggalkan kelas dengan kesal.
Cindy   : “Game on!”
Cindy tersenyum licik dan mengikuti Cherry dari belakang. Lalu Cherry bertemu dengan Candy.
Candy  : “Hei  Cherry!”
Cherry : “Maksud lo tu apa? Lo mau nusuk gue dari belakang? Dasar pengkhianat!!”

Candy  : “Lo ngomongin apa’an sih? Tiba-tiba marah-marah ga jelas.”
Cherry : “Ternyata lo deketin gue biar bisa ngerebut cowok gue gitu?”
Candy  : “Ha? Gua ga ada niat sedikit pun untuk ngerebut cowok lo. Kaya ga ada cowok yang lain aja.”
Cherry : “Alah, ga usah alasan deh! Gue bener-bener ga nyangka!”
Kemudian Cherry pergi meninggalkan Candy dengan tatapan sinis. Di belakang, Cindy melihat kejadian itu dan tersenyum licik.
Cindy   : “Yess!! Rencana gue berhasil!”
Sepulang sekolah, Candy pergi ke rumah Choco.
Choco  : “Hai Candy, sendirian aja? Tumben banget Cherry ga ikut?”
Candy  : “Dia lagi ngambek tuh.”
Choco  : “Ngambek kenapa?”
Candy  : “Tau deh, tiba-tiba dia marah-marah sambil fitnah gue ngerebut cowoknya.”
Choco  : “Kok bisa? Emang dia tau dari siapa?”
Candy  : “Tau ah, males ngomongin dia.”
Keesokan harinya, Choco dan Candy bertemu Cherry di kelas.
Candy  : “ Hei Cherry, kenapa sih kemarin lo marah-marah ga jelas?”
Tetapi Cherry, tidak menghiraukan Candy dan langsung keluar dari kelas. Choco menyusul Cherry dan menghentikan dia.
Choco : “Cherry, tunggu! Lo kenapa sih? Kok tiba-tiba ngambek gitu?”
Cherry : “Lo tau ga sih? Si Candy tu ternyata bermuka dua! Ati-ati aja deh sama dia, dia ngedeketin kita, Cuma buat manfa’atin kita doing.”
Choco  : “Emang Candy kenapa? Perasaan kemarin lusa biasa aja, kenapa tiba-tiba dari kemarin lo jadi kaya gini?”
Cherry : “Masa sih, kemarin dia pulang bareng cowok gue coba. Ga punya perasaan banget deh tu anak.”
Choco  : “Ha? Lo kata siapa?”
Cherry : “Cindy yang kasih tau gue, katanya kemarin dia lihat langsung.”
Choco  : “Terus lo percaya gitu aja? Asal lo tau aja ya, kemarin tu gue ga dijemput, jadinya pulang bareng Candy.”
Cherry : “Apa? Tapi Cindy bilang…”
Choco  : “Jadi, lo lebih percaya Cindy yang tiba-tiba muncul dan ingin masuk geng kita daripada sama sahabat lo sendiri yang udah dekat dari dulu?”
Cherry : “Jadi, Cindy udah bo’ongin gue gitu?”
Choco  : “Nah, tu tau.”
Cherry : “Sialan, udah dibaik-baikin malah ngelunjak tu anak.”
Kemudian, Cherry dan Choco pergi ke kelas menemui Cindy.
Cherry : “Cindy!! Maksud lo tu apa fitnah Candy kaya gitu?”
Cindy   : “Fitnah apa’an sih? Kamu ngomongin apa?”
Cherry : “Alah, ga usah ngeles deh!”
Candy  : “Ada apa’an sih? Kok ribut?” (Sambil menghampiri Cherry, Choco dan Cindy).
Choco  : “Candy, lo tau ga? Sebenernya, yang ngefitnah lo tu ternyata si Cindy.”
Candy  : “Apa? Gue punya salah apa sih sama elo Cindy? Lo sakit hati gara-gara gue marahin waktu itu?”
Cindy hanya terdiam, mukanya terlihat jengkel tetapi tidak mau mengatakannya.
Choco  : “Lo beneran marah Cindy? Sorry banget deh, kita ga bermaksud nyakitin hati lo.”
Cherry : “Kalau lo marah bilang dong. Ga usah pake acara ngefitnah orang segala.”
Candy  : “Cherry udah, dia kaya gitu kan karena kita juga yang salah.”
Cindy   : “Sorry ya, aku cuma iri liat kalian yang selalu bareng, sedangkan aku ga punya temen.”
Choco  : “Cindy, harusnya lo bilang dong yang sebenernya, mungkin kita bisa ngerti.”
Cindy   : “Kalian ga salah kok. Aku nya aja yang kelewatan. Ga seharusnya aku bikin kalian berantem.”
Cherry : “Makanya, kalau mau berbuat sesuatu tu dipikir dulu! Sekarang lo minta ma’af sama Candy!”
Cindy   : “Candy, ma’afin aku ya? Aku…”
Candy : “Iya Cindy, aku ma’afin. Asal jangan diulangi aja.”
Cindy   : “Choco, Cherry, ma’afin aku juga ya? Aku emang salah.”
Cherry : “Bagus deh kalau lo nyadar.”
Choco  : “Cherry, udah dong. Dia kan udah minta ma’af. Malahan harusnya kita minta ma’af juga ke dia.”
Cherry : “Ih, ngapain? Orang dia yang salah kok.”
Candy  : “Gimana pun juga, kita juga udah kelewatan memperlakukan dia kayak gitu.”
Cherry : “Iya deh, ma’afin kita ya Cindy?”
Cindy   : “Iya, ma’afin aku juga ya?”
Choco  : “Lo masih mau kan gabung sama Flames?”
Cindy   : “Gausah deh, entar kalau ada aku, kalian malah berantem terus.”
Candy  : “Gak lah, asalkan kamu mau jujur sama kita, kita juga bakal jujur sama kamu.”
Cherry : “So?”
Cindy   : “Iya deh, aku mau. Thanks ya guys. Kalian baik banget sama aku.”
Choco  : “Yeay! Flames Forever!!”

Resensei Novel Terbaru Sang Pemimpi

SANG PEMIMPI

1. Identitas Buku
Judul : Sang Pemimpi
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : PT Bentang Pustaka
Halaman : x + 292 Halaman
Cetakan : ke-14, januari 2008
ISBN: 979-3062-92-4

2. Pratinjau
Luar biasa. Begitulah kesan yang tersirat setelah membaca buku kedua dari tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata ini. Bagaimana tidak? Alur cerita dan gaya bahasa yang disuguhkannya mampu dikemas begitu apik dari awal hingga akhir. Ditinjau dari segi intrinsiknya, novel ini bisa dibilang hampir tanpa cela. Sebab di setiap peristiwa, Andrea dengan cerdas menggambarkan karakteristik dan deskripsi yang begitu kuat pada tiap karakternya. Sehingga pembaca bisa dengan mudah menafsirkan arah jalan ceritanya. Bahasanya pun sangat memikat, dengan dibumbui ragam kekayaan bahasa dan imajinasi yang luas. Novel ini memiliki kekayaan bahasa sekaligus keteraturan berbahasa Indonesia. Dimulai dari istilah- istilah saintifik, humor metaforis, hingga dialek dan sastra melayu bertebaran di sepanjang halaman. Mulanya, cerita ini lebih bernuansa komikal dengan latar kenakalan remaja pada umumnya. Canda tawa khas siswa SMA sangat kental. Namun lebih dalam menjelajahi setiap makna kata demi kata, terasalah begitu kuat karakter yang muncul di tiap-tiap tokohnya. Terlebih saat Andrea membawa kita ke dalam kenyataan hidup
yang harus dihadapi tokoh Ikal yang mimpinya seakan sudah mencapai titik kemustahilan, dan dengan sensasi filosofis Andrea kembali membangkitkan obor semangat meraih mimpi dan menekankan begitu besarnya kekuatan mimpi Ikal yang akhirnya dapat mengantarkannya ke Sorbonne, kota impiannya.
Selain menggambarkan betapasuperpower-nya kekuatan mimpi, pada novel ini Andrea juga mencitrakan kebijaksanaan seorang ayah yang begitu besar. Pengorbanan dan ketulusan seorang ayah dalam mendukung mimpi anaknya di tengah keterbatasan hidup menjadikan semangat tak terbeli bagi Ikal dan Arai dalam menggapai impiannya. Disinilah cerita mulai berevolusi menjadi balada yang begitu mengharu biru. Kesabaran seorang ayah dan rasa sayang seorang anak yang luar biasa besarnya kepada sang ayah menyempurnakan novel ini menjadi bacaan yang begitu kolosal dan sarat akan pesan-pesan moril.
Angkat topi untuk Andrea Hirata yang telah berhasil membuat suguhan kisah yang kental dengan budaya melayu namun sangat cerdas dan saintifik. Tak hanya bisa membuat seseorang kembali membangun mimpi- mimpinya, novel ini juga bisa menambah rasa hormat kita kepada sang ayah dan mencintainya dengan tulus meskipun di tengah kondisi yangsangat terbatas.
3. Isi
1) Unsur Intrinsik
• Tema
Tema yang tersirat dalam novel Sang Pemimpi ini tak lain adalah “persahabatan dan perjuangan dalam mengarungi kehidupan serta kepercayaan terhadap kekuatan sebuah mimpi atau pengharapan”. Hal itu dapat dibuktikan dari penceritaan per kalimatnya dimana penulis berusaha menggambarkan begitu besarnya kekuatan mimpi sehingga dapat membawa seseorang menerjang kerasnya kehidupan dan batas
kemustahilan.
• Latar
Dalam novel ini disebutkan latarmya yaitu di Pulau Magai Balitong, los pasar dan dermaga pelabuhan, di gedung bioskop, di sekolah SMA Negeri Bukan Main, terminal Bogor, dan Pulau Kalimantan. Waktu yang digunakan pagi, siang, sore, dan malam. Latar nuansanya lebih berbau melayu dan gejolak
remaja yang diselimuti impian-impian.
• Penokohan dan Perwatakan
Ikal : baik hati, optimistis, pantang menyerah, penyuka Bang Rhoma
Arai : pintar, penuh inspirasi/ide baru, gigih, rajin, pantang menyerah
Jimbron : polos, gagap bicara, baik, sangat antusias padakuda
Pak Balia : baik, bijaksana, pintar
Pak Mustar : galak, pemarah, berjiwa keras
Ibu Ikal: baik, penuh kasih sayang
Ayah Ikal : pendiam, sabar, penuh kasih sayang, bijaksana Dan tokoh lain Mahader, A Kiun, Pak Cik Basman, Taikong
Hanim, Capo, Bang Zaitun, Pendeta Geovanny, Mak cik dan
Laksmi adalah tokoh pendukung dalam novel ini.
• Alur
Dalam novel ini menggunakan alur gabungan (alur maju dan mundur). Alur maju ketika pengarang menceritakan dari mulai kecil sampai dewasa dan alur mundur ketika menceritakan peristiwa waktu kecil pada saat sekarang/dewasa.

• Gaya Penulisan
Gaya penceritaan novel ini sangat sempurna. Yaitu kecerdasan kata-kata dan kelembutan bahasa puitis berpadu tanpa ada unsur repetitif yang membosankan. Setiap katanya mengandung kekayaan bahasa sekaligus makna apik dibalik tiap-tiap katanya. Selain itu, Novel ini ditulis dengan gaya realis bertabur metafora, penyampaian cerita yang cerdas dan menyentuh, penuh inspirasi dan imajinasi. Komikal dan banyak mengandung letupan intelegensi yang kuat sehingga pembaca tanpa disadari masuk dalam kisah dan karakter-karakter yang ada dalam novel Sang Pemimpi.
• Amanat
Amanat yang disampaikan dalam Sang Pemimpi ini adalah jangan berhenti bermimpi. Hal itu sangat jelas pada tiap-tiap subbabnya. Yang pada prinsipnya manusia tidak akan pernah bisa untuk lepas dari sebuah mimpi dan keinginan besar dalam hidupnya. Hal itu secara jelas digambarkan penulis dalam novel ini dengan maksud memberikan titik terang kepada manusia yang mempunyai mimpi besar namun terganjal oleh segala keterbatasan.
• Sudut Pandang
Sudut pandang novel ini yaitu “orang pertama” (akuan). Dimana penulis memposisikan dirinya sebagai tokoh Ikal dalam cerita.

2) Unsur Ekstrinsik
• Nilai Moral
Nilai moral pada novel ini sangat kental. Sifat-sifat yang tergambar menunjukkan rasa humanis yang terang dalam diri seorang remaja tanggung dalam menyikapi kerasnya kehidupan. Di sini, tokoh utama digambarkan sebagai sosok remaja yang mempunyai perangai yang baik dan rasa setia kawan yang tinggi.
• Nilai Sosial
Ditinjau dari nilai sosialnya, novel ini begitu kaya akan nilai sosial. Hal itu dibuktikan rasa setia kawan yang begitu tinggi antara tokoh Ikal, Arai, dan Jimbron. Masing-masing saling mendukung dan membantu antara satu dengan yang lain dalam mewujudkan impian-impian mereka sekalipun hampir mencapai batas kemustahilan. Dengan didasari rasa gotong royong yang tinggi sebagai orang Belitong, dalam keadaan kekurangan pun masih dapat saling membantu satu sama lain.
• Nilai Adat istiadat
Nilai adat di sini juga begitu kental terasa. Adat kebiasaan pada sekolah tradisional yang masih mengharuskan siswanya mencium tangan kepada gurunya, ataupun mata pencaharian warga yang sangat keras dan kasar yaitu sebagai kuli tambang timah tergambar jelas di novel ini. Sehingga menambah khazanah budaya yang lebih Indonesia.
• Nilai Agama
Nilai agama pada novel ini juga secara jelas tergambar. Terutama pada bagian-bagian dimana ketiga tokoh ini belajar dalam sebuah pondok pesantren. Banyak aturan-aturan islam dan petuah-petuah Taikong (kyai) yang begitu hormat mereka patuhi. Hal itu juga yang membuat novel ini begitu kaya.

4. Kelebihan dan Kelemahan
1) Kelebihan
Banyak kelebihan-kelebihan yang didapatkan dalam novel ini. Mulai dari segi kekayaan bahasa hingga kekuatan alur yang mengajak pembaca masuk dalam cerita hingga merasakan tiap latar yang terdeskripsikan secara sempurna. Hal ini tak lepas dari kecerdasan penulis memainkan imajinasi berfikir yang dituangkan dengan bahasa-bahasa intelektual yang berkelas. Penulis juga menjelaskan tiap detail latar yang mem-background-i adegan demi adegan, sehingga pembaca selalu menantikan dan menerka-nerka setiap hal yang akan terjadi. Selain itu, kelebihan lain daripada novel ini yaitu kepandaian Andrea dalam mengeksplorasi karakter-karakter sehingga kesuksesan pembawaan yang melekat dalam karakter tersebut begitu kuat.
2) Kelemahan
Pada dasarnya novel ini hampir tiada kelemahan. Hal itu disebabkan karena penulis dengan cerdas dan apik menggambarkan keruntutan alur, deskripsi setting, dan eksplorasi kekuatan karakter. Baik ditinjau dari segi kebahasaan hingga sensasi yang dirasakan pembaca sepanjang cerita, novel ini dinilai cukup untuk mengobati keinginan pembaca yang haus akan novel yang bermutu.
5. Sinopsis
Novel Sang Pemimpi menceritakan tentang sebuah kehidupan tiga orang anak Melayu Belitong yaitu Ikal, Arai, dan Jimbron yang penuh dengan tantangan, pengorbanan dan lika-liku kehidupan yang memesona sehingga kita akan percaya akan adanya tenaga cinta, percaya pada kekuatan mimpi dan kekuasaan Allah. Ikal, Arai, dan Jimbron berjuang demi menuntut ilmu di SMA Negeri Bukan Main yang jauh dari kampungnya. Mereka tinggal di salah satu los di pasar kumuh Magai Pulau Belitong bekerja sebagai kuli
ngambat untuk tetap hidup sambil belajar.
Ada Pak Balia yang baik dan bijaksana, beliau seorang Kepala Sekolah sekaligus mengajar kesusastraan di SMA Negeri Bukan Main, dalam novel ini juga ada Pak Mustar yang sangat antagonis dan ditakuti siswa, beliau berubah menjadi galak karena anak lelaki kesayangannya tidak diterima di SMA yang dirintisnya ini. Sebab NEM anaknya ini kurang 0,25 dari batas minimal. Bayangkan 0,25 syaratnya 42, NEM anaknya hanya 41,75.
Ikal, Arai, dan Jimbron pernah dihukum oleh Pak Mustar karena telah menonton film di bioskop dan peraturan ini larangan bagi siswa SMA Negeri Bukan Main. Pada apel Senin pagi mereka barisnya dipisahkan, dan mendapat hukuman berakting di lapangan sekolah serta membersihkan WC.
Ikal dan Arai bertalian darah. Nenek Arai adalah adik kandung kakek Ikal dari pihak ibu,ketika kelas 1 SD ibu Arai wafat dan ayahmya juga wafat ketika Arai kelas 3 sehingga di kampung Melayu disebut Simpai Keramat. Sedangkan Jimbron bicaranya gagap karena dulu bersama ayahnya.