Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Juni 2013

Resensi Sinopsis Novel Musim Gugur Terakhir Di Manhattan


Resensi Sinopsis Novel Musim Gugur Terakhir Di Manhattan

A.     IDENTITAS BUKU

Judul novel                       :  Musim Gugur Terakhir di Manhattan
Jenis novel                        :  Fiksi
Pengarang                         :  Julie Nava
Penerbit                            :  PT Lingkar Pena
Tahun Terbit                     :  Mei 2011
Halaman                           :  330 halaman
Panjang dan lebar novel     :  20,5 cm, 12,8 cm
Harga novel                      :  Rp 49.500,-

B.     PENDAHULUAN
a.   Isi Novel
Novel “Musim Gugur Terakhir di Manhattan” adalah salah satu novel yang mengangkat kisah cinta yang berawal dari perkenalan singkat antara Rosie dan Anthony Luizzo pria berdarah Itali. Kedua insan tersebut berencana akan menikah secepatnya. Namun rencana pernikahannya kandas di tengah jalan karena adanya berrbagai macam kendala dari keluarga besar Tony. Akhirnya merekapun berpisah di saat diam-diam perasaan cinta tumbuh dan berrsemi di hati masing-masing. Tonypun berharap agar suatu saat cinta mereka dapat bersatu kembali. Namun kenyataan tak sejalan dengan harapan Tony. Rosie yang ia harapkan bisa menjadi pendamping hidupnya malah menjadi istri Marco, adik kandungnya sendiri yang tertarik pada Rosie waktu pertama kali Rosie dan Anthony datang ke rumahnya. Walau demikian Tony dapat menerima kenyataan pahit tersebut meskipun rasa sakit hati, kecewa dan penyesalan yang begitu dalam menghinggapi dirinya terutama saat Tony memandang wajah Rosie. Tony berusaha ikhlas menerima kenyataan bahwa Rosie, wanita yang ia cintai bahagia dengan Marco, adiknya sendiri. Dan Tony juga harus berusaha mencintai Aurora, istri yang telah mengandung anaknya.

b.   Tujuan Pengarang
§  Menuliskan imajinasi yang ada dipikiran pengarang dan mengembangkan cerita itu ke dalam sebuah paragraf (sebuah buku).
§  Memberikan efek emosional, membuat seseorang terhibur.

c.    Tujuan Pembuatan Resensi
§  Menyelesaikan tugas Bahasa Indonesia.
§  Menambah wawasan dalam membuat resensi.

d.   Manfaat
Novel ini bermanfaat bagi semua masyarakat khususnya para remaja dan dewasa. Selain itu, memberikan banyak pesan moral dan religius serta memberikan hiburan.

e.   Sasaran
Novel “Musim Gugur Terakhir di Manhattan” adalah sebuah novel yang pantas dibaca oleh gadis-gadis dan wanita muslim saat ini. Novel juga ini ditujukan untuk masyarakat luas mulai dari pelajar hingga masyarakat umum.

f.     Sistematika Novel
Buku ini terdiri dari 330 halaman
Halaman awal terdiri dari cover, kata pengantar, dan daftar isi.
Bagian isi novel terdapat pada bab1-14.
Di bab terakhir tentang glosarium dan tentang penulis.

g.   Dari Segi Kebahasaan dan Ejaan
Dilihat dari segi bahasa, sebenarnya pengarang novel ini belum seluruhnya menggunakan Bahasa Indonesia. Masih banyak kata ejaan atau bahasa asing dan daerah.

C.     PEMBAHASAN

1.     Sinopsis

MUSIM GUGUR TERAKHIR DI MANHATTAN
Rosie adalah wanita muslimah yang berusia dua puluh sembilan tahun. Ia pernah mengalami peristiwa yang paling memalukan, sembilan tahun yang lalu. Wanita yang selalu memakai jilbab ini pernah gagal menikah bersama mantan kekasihnya, Hans. Itulah yang menyebabkan dirinya tidak ingin berhubungan serius dengan laki-laki. Dan untuk menghindari  gunjingan para tetangganya, akhirnya Rosie pergi ke Manhattan, New York. Di Manhattan, Rosie bekerja di suatu perusahaan Investasi di Wall Street sebagai Financial Planner.
Karena desakan usia dan tuntutan keluarga membuat Rosie menerima pinangan Anthony Luizzo, pria Amerika berdarah Italia yang baru dikenalnya dari seorang imam masjid. Rosie dan Tony memutuskan untuk segera menikah. Setelah lamaran tersebut, Tony mengajak Rosie untuk bertemu dengan keluarganya di Chicago, Italia.
Disana Tony memperkenalkan keluarganya kepada Rosie, mulai dari ibunya yang bernama Maria, adik laki-lakinya Marco, dan adik bungsunya Sophie. Awalnya, Rosie diterima dengan baik oleh keluarga Tony, sampai akhirnya Tony mengumumkan rencana pernikahannya dengan Rosie. Sophie dan Marco sangat tidak setuju dengan rencana tersebut. Maria pun kecewa dengan Tony karena yang dia inginkan anak sulungnya itu menikah dengan gadis berdarah Italia.
Sejak berada di Chicago, Rosie dan Tony sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan pernikahannya itu. Karena tidak menemukan gaun yang pas untuk Rosie akhirnya Maria meminjamkan Rosie gaun yang ia pakai ketika menikah dengan Frank, mantan suaminya.
Sebelum pernikahan dilaksanakan, Maria mengadakan acara perkenalan keluarga besar  Luizzo. Semua keluarga Luizzo datang. Pak Muhdi, teman ayah Rosie pun ikut datang. Di acara tersebut Tony kembali melamar Rosie. Sejak itu Rosie mulai menyukai Tony.
Di tengah persiapan pernikahan, kendala demi kendala mulai muncul. Mulai dari perbedaan pendapat antara Rosie dan Tony, Marco yang sering menggoda Rosie, perbedaan keyakinan Rosie dan keluarga Tony dan puncaknya ketika Tony menerima permintaan Jessie sepupunya untuk menjadi ayah baptis anaknya yang baru lahir. Dari situlah Rosie merasa kecewa.
Lalu ketika Rosie melihat halaman belakang rumah Tony, ternyata  sudah tersusun rapi deretan kursi dan bentangan kain yang membentuk lengkungan cantik yang berhias bunga-bunga dan semuanya berwarna putih. Warna yang sangat dibenci Rosie karena mengingatkannya dengan peristiwa pahit kegagalan pernikahannya dengan Hans. Kekecewaan Rosie semakin mendalam, sehingga membuatnya meninggalkan rumah Tony dan memutuskan untuk membatalkan pernikahannya. Tony sakit hati dengan keputusan Rosie, kepergian Rosie membuatnya sadar bahwa ia telah mencintai Rosie. Namun, karena undangan telah disebar dan tidak ingin membuat keluarganya  menanggung malu, akhirnya Tony memutuskan untuk menikah dengan Aurora, teman gereja di masa  kecilnya.
Dua minggu setelah kejadian itu Rosie kembali ke apartementnya. Tiba-tiba Marco datang dengan membawa berita kalau Tony telah menikah dengan Aurora. Rosie terkejut mendengarnya. Ia merasa terpukul dan akhirnya pindah ke Boston, Singapura untuk melanjutkan kuliahnya. Marco menyusul Rosie ke Boston berkat bantuan Silvi, teman Rosie. Di suatu kedai eskrim, Marco bertemu dengan Rosie. Ia memberitahukan bahwa Tony ingin menceraikan Aurora karena Tony telah memergoki Aurora berselingkuh dengan pria lain dan Tony berpikir bahwa anak yang ada dikandungan Aurora bukan darah dagingnya. Rosie merasa gembira, karena ia masih mengharapkan Tony. Dari situlah mereka berhubungan kembali dengan sering bertemu. Marco membantu mereka dengan sering menjemput Rosie menemui Tony. Disitulah Rosie mulai merasa nyaman di dekat Marco.
Tony yang mengetahui bahwa anak yang dikandung Aurora adalah darah dagingnya, akhirnya memutuskan untuk membatalkan rencana perceraiannya dengan Aurora. Ia memanfaatkan keadaan Marco yang sedang dekat dengan Rosie untuk mempermudah memutuskan hubungannya dengan Rosie.
Suatu hari, Tony mengabarkan bahwa ia ingin ke apartement Rosie untuk melamarnya. Marco yang telah mengetahui kabar itu segera meluncur ke apartemen Rosie sebelum Tony datang. Di sana Marco menyatakan cintanya kepada Rosie, Rosie bingung karena ia pun menyukai Marco namun, ia tidak ingin melewatkan kesempatannya untuk kembali dengan Tony. Sebelum Rosie menjawab Marco, tiba-tiba Tony datang dan memberitahukan bahwa ia tidak jadi menceraikan Aurora. Rosie kesal, lagi-lagi ia dikecewakan oleh Tony. Ia mengira bahwa Tony dan Marco telah bekerja sama untuk mempermainkan hatinya.
Dua minggu berlalu, ketika Rosie baru keluar dari tempat kuliahnya ternyata sudah ada Marco yang menghadangnya. Marco tak ingin menyerah untuk mendapatkan hati wanita yang ia cintai. Ia berusaha untuk membuat Rosie percaya kepadanya. Kata-kata Marco membuat hati Rosie tenang. Rosie  telah jatuh hati dengan Marco.
Marco membuktikan rasa cintanya kepada Rosie dengan langsung melamar Rosie ke orang tuanya di Indonesia tanpa sepengetahuan Rosie. Ibunya memberitahu Rosie dan menyuruhnya untuk pulang ke Indonesia. Rosie sanga terkejut ditambah lagi ternyata Marco sudah mualaf dan bisa membaca al-quran. Karena hal itu Rosie menerima lamaran Marco menjadi suaminya. Mereka mendapatkan restu dari orang tuan Rosie. Pernikahan Rosie dan Marco diadakan di Chicago saat musim gugur. Semua keluarga kedua belah pihak datang. Acaranya berlangsung dengan meriah.
Setelah acara pernikahan, Rosie dan Marco mendatangi rumah Tony di Manhattan untuk menempati undangan Tony. Disana Tony merasa hancur, ia masih mencintai Rosie. Tapi ia juga tidak bisa memaksakan kehendaknya karna sekarang Rosie dan Marco telah bersama.
Di sisi lain, Marco dan Rosie sangat berbahagia. Namun, Rosie belum bisa melupakan Tony sepenuhnya, ia pun akan  belajar melupakan bayang-bayang Tony dan mencintai Marco sepenuhnya. Ia sangat senang dan bahagia kini hidupnya telah lengkap dengan kehadiran Marco. Musim gugur terakhir di Manhattan kali ini akan menjadi musim gugur terakhir baginya tanpa pendamping hidup.


2.     Kelebihan Novel
Dalam, novel ini tidak hanya menarik dari segi penceritaan saja, akan tetapi dalam novel ini banyak kita temui pesan-pesan relegius dan moral  yang begitu dalam dan penuh arti. Hal ini dapat dilihat dari karakter seorang Rosie yang begitu kuat mempertahankan keyakinannya meskipun perasaan cinta datang begitu dahsyat. Ia tetap menginginkan pasangan hidup yang seagama dengannya. Kelihaian penulis tampak dalam menyusun percakapan dan menghadirkan perdebatan-perdebatan. Yang menimbulkan kejutan-kejutan tak terduga dalam setiap alur cerita. Selain itu penulis juga mampu membuat kesan bahwa perbedaan adat, Negara dan agama bisa menyatukan dua keluarga yang berbeda, telihat saat pernikahan Marco dan Rosie, keluarga kedua belah pihak memakai kebaya.

3.     Kelemahan Novel
Kelemahan novel ini dari segi penulisannya. Terdapat beberapa bahasa Italia yang sulit dimengerti oleh pembacanya. Novel ini juga kadang membosankan karena terlalu banyak perdebatan sehingga pembacanya menjadi mudah untuk menebak jalan ceritanya.

4.     Gaya Bahasa
Dalam novel ini terdapat penggunaan bahasa asing seperti Inggris dan Italia.
Juga banyak terdapat ungkapan dan majas yang sulit dimengerti.

D.    UNSUR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK

1.  Unsur Intrinsik

1.1        Tema
Percintaaan dan perjuangan dalam mempertahankan keyakinannya. Hal itu dapat dibuktikan dari penceritaan per kalimatnya dimana penulis berusaha menggambarkan begitu besarnya


1.2        Latar

a.  Latar tempat
1.     Chicago :
“... musim semi dan musim panas di Chicago adalah waktu dimana orang datang berkunjung atau melangsungkan pernikahan di kota ini.”

2.     Dapur rumah :
Maria segera mengenali suara tersebut dan beranjak dari dapur menuju ruang tamu.

3.     Kamar Rosie :
Rosie bergegas keluar dari kamarnya menuju lantai bawah, hendak mencari tahu sumber suara ribut yang didengarnya tadi.
Sampai dirumah, Rosie langsung menuju kamarnya untuk berganti pakaian dan salat.


4.     Halaman depan :
Di halaman depan, nampak Marco sedang berdiri di antara dua orang gadis.
Sebuah mobil Porsche Cayenne Turbo warna hitam mengkilat tampak diparkir di halaman depan.

5.     Dapur restoran :
Tampak Maria sudah berada di dapur restoran dan cateringmilik Luigi yang sangat besar dan modern.

6.     Butik :
Setelah membayar mereka berdua kemudian keluar dari butik.

7.     Garasi :
Tony kemudian memarkir mobilnya ke dalam garasi dan mereka berdua memasuki rumah.

8.     Kedai Gellato, Boston :
“Kamu melarikan diri dari kenyataan,” komentar Silvia kepada Rosie, ketika mereka bertemu di teras kedai gellato, es krim khas Italia, di Boston.

9.     Kampus :
Rosie baru saja keluar dari gedung kampus tempatnya kuliah ketika seorang menghadang jalannya. (halaman 280)

10.  Rumah Rosie :
Di rumah, ibunya langsung menyambutnya dengan tergesa-gesa.

11.  Teras Rumah Tony :
Sementara Tony memilih menunggu kedatangan Rosie dan Marco di teras depan.

12.  Muslim Community Center :
Akad nikah Marco dan Rosie berlangsung sederhana di sebuah Muslim Community Center. (halaman 302)

13.  Halaman belakang rumah keluarga Luzzio :
Halaman belakang rumah keluarga Luzzio kembali meriah. Kali ini, warna jingga, emas, dan ochre menjadi warna utama yang dipilih untuk taplak meja, kain pelapis kursi, warna bunga-bunga, dan hiasan lainnya. (halaman 304)

14.  Halaman balaikota:
Pesta berlangsung di sebuah halaman balaikota yang luas

15.  Kantor Pengacara
Mereka pergi ke sebuah kantor pengacara di bilangan West Washington Street untuk menemui Paul, pengacara yang mengurus dokumen preneuptial agreement mereka.

b.  Latar Suasana

1.     Gembira :
Mereka berteriak-teriak dan terlihat sangat gembira sambil berusaha mengejar siapapun yang menangkap bola lonjong berwarna coklat dengan garis putih itu.

2.     Mengejutkan :
“Marco kau membuatku kaget,” sungut Rosie.

3.     Meriah :
Acara keluarga yang diselenggarakan oleh keluarga Tony berlangsung meriah.

4.     Sedih :
Sebutir air jatuh dari sudut matanya.
Kalimatnya terhenti ketika dia melihat Aurora berdiri dibelakangnya dengan airmata mengalir di pipinya. “Aurora... ada apa?”

5.     Hening    :
Ruangan itu menjadi hening seketika. Tony pun segera mengusap pipi kirinya yang  sedikit panas karena tamparan Rosie.
Di dalam, Rosie terduduk di lantai bersandarkan pada daun pintu. Hatinya terasa luar biasa kosong. Simpul tali terakhir yang dia pertahankan akhirnya putus juga. Dia tidak lagi tahu apa yang harus dilakukan. Hanya kekosongan, rasa hampa, dan kesedihan yang menggigitnya. Begitu sakit, hingga tak sedikitpun air mata yang keluar. (halaman 278)


6.     Mengharukan :
Nada tulus dan bersungguh-sungguh yang keluar dari bibir Marco membuat kedua matanya berkaca-kaca. Rasa haru menyeruak dari dalam dadanya, membuat tenggorokannya terasa tercekat dan dia kehilangan kata-kata. (halaman 291)

7.     Bahagia :
Perasaan damai menyelimuti hatinya. Semua terasa lengkap dan utuh. (halaman 306)

8.     Cemas :
Dengan cemas dia berdiri dan mendekati istrinya. (halaman 307)

9.     Haru :
Maria memeluk putra sulungnya erat – erat. Air matanya tumpah membasahi kepada Tony. “Kuminta padamu, jangan pergi dari rumah ini. Mengalahlah, sekali ini saja Demi Aku.”
“selamat,” ujar Tony pelan. Hanya itu yang sanggup dikataknnya, karena kedua matanya kembali berkaca-kaca.

10.  Lengang:
Semua tamu sudah pulang. Suasana kembali lengang

11.  Cemas:
Rosie terdiam sesaat. Setitik rasa cemas terbit dihatinya

12.  Takut:
“Aku mulai meresa takut, Sil.”

13.  Tegang:
Maria tampak tegang, demikian juga Sophie
Ruangan menjadi hening. Kalimat yang diucapkan Tony terasa sangat dingin menusuk gendang telinga setiap orang. Jantung Rosie mulai berdebar keras.
Serasa setiap saat salah satu dari mereka akan melompat ke atas meja dan berkelahi.
“Tetapi kau melanggar hakku untuk ikut menentuksn keputusan!” ucap Rosie dengan napas sedik terengah akibat berjalan terlalu cepat.

14.  Mendebarkan:
Gemurah di dada Rosie semakin kencang dan telapak tangannya mulai terasa dingin.

15.  Tegang:
Maria tampak tegang, demikian juga Sophie
Ruangan menjadi hening. Kalimat yang diucapkan Tony terasa sangat dingin menusuk gendang telinga setiap orang. Jantung Rosie mulai berdebar keras. Serasa setiap saat salah satu dari mereka akan melompat ke atas meja dan berkelahiMendebarkan:
Gemurah di dada Rosie semakin kencang dan telapak tangannya mulai terasa dingin.

16.  Hening:
Ruangan seketika menjadi hening. Bahkan Paul pun menghentikan gerakan jadinya yang siap mengetikkan kalimat pengganti dalam dokumen prenup itu.

17.  Kecewa:
 Namun senyumnya seketika menghilang ketika melihat Marco mendekati Rosie dan membisikkan sesuatu.

c.  Latar waktu
1.     pagi:
“selamat pagi, kau baru bangun sepagi ini?” tanya Maria. (halaman 26)

2.     siang:
sinar matahari menerobos celah-celah dedaunan yang tumbuh rapat, membersitkan pula mozaik tak beraturan di atas permukaan rumput (halaman 159)

3.     malam:
malam belum terlalu larut sebenarnya ketika mereka sampai dirumah. (halaman 138)
malam diluar semakin sunyi. (halaman 139)

4.     musim panas:
Rosie menghirup napas dalam-dalam, menikmati udara musim panas yang hangat. (halaman 3)

1.3  Penokohan dan perwatakan

1.  Rosie Priyatna
·      Pekerja keras atau ulet : “ aku kuliah, mengambil kelas sore dan malam. Pulang kerja aku langsung ke kampus atau duduk di depan computer lagi jika yang ku ikuti kelas online, setelah itu tentu saja belajar dan belajar bekerja dan bekerja.”
·      Berpikir positif : “kenapa aku punya prasangka yang tidak perlu?”
·      Peragu : “katakana padaku bahwa sifat peragumu sedang kambuh hari ini, baru akan ku jawab pertanyaanmu.” “kurasa keputusan kita terlalu premature saat ini.”
·      Pengertian : “aku bisa mengerti. Kau sudah  seperti seorang kakak bagi Jessie Marco yang mengatakannya kepadaku.”
·      Egois : “dan kau perempuan dengan ego paling besar yang pernah ku temui, yang hidup dengan standar ganda.”
·      Teguh pendirian : “aku memilih untuk tidak menempuh jalan itu, bukan karena aku tidak mencintaimu tetapi karena aku tidak ingin terombang-ambing di antara dua jalan. I’m not a big risk-taker, remember ?”
·       Hemat : “Terlalu mahal” ulangnya, “Lagipula gaun itu kan hanya dipakai sehari. Sayang jika harus membuang uang sekian dollar hanya untuk sebuah baju.”
·      Tegas: “Kalau kau tidak segera keluar, biar aku saja yang keluar dari kamar ini”, ancam Rosie sambil mengangkat ujung gaunnya dan melangkah menuju pintu.

2.  Anthony Luizzo
·      Pemilih : beberapa tokoh baju muslim sudah mereka masuki, tetapi tidak ada satu pun yang berkenan di hati Tony. Rosie baru menyadari Tony ternyata lebih pemilih ketimbang dirinya. Dia sendiri sudah menemukan beberapa gaun yang disukainya tapi Tony tidak menyetujuinya.
·      Perhatian : “sebentar aku ambilkan aspirin dan air hangat.” “kau ingin aku menyuapimu?”
·      Obsesif : “bukan kau yang menentukan harganya, tetapi aku. Dan kau tahu, sekali aku menginginkan sesuatu, tidak akan ku biarkan apapun menghalangiku.”
·      Pembohong : “aku mencintaimu juga Aurora,” dan bibirnya kembali dengan pasih berdusta.
·      Romantis : gemuruh jantungnya semakin keras ketika dia melihat Tony perlahan berlutut dihadapannya dengan bertumpu pada sebelah kakinya. Kedua belah mata hitam pekat itu menatapnya dan kedua tangannya yang memegang kotak beludru itu terjulur kepada Rosie,” will you meried me, Rosie?”
·      Egois : “mungkin tepatnya adalah egomu. Kau pria dengan ego paling besar yang pernah ku temui.”
·      Mudah mengeluh: “Ya Tuhan, hanya mencari satu baju saja sudah begini pusingnya,” Keluh Tony sambil memijit – mijit pelipisnya
·      Pencuriga: “Ah, jangan terlalu curiga pada kami, Tony. Kami hanya ingin kenal dengan calonmu.”
·      Sinis: “Itu benar. Namun bukan berarti kau harus sesinis itu. Apalagi kepada gadis seperti Rosie.”
·      Teguh pendirian: “Tidak perlu mengkhawatirkannya. Aku tetap akan menikahimu, apapun yang terjadi.”
·      Durhaka: “aku tidak membutuhkanmu, Frank. Dan sejujurnya, aku tidak merasa kau adalah papaku. Bahkan aku pun memakai nama keluarga dari Mama, bukan namamu.”“Silahkan keluar dari rumah ini, Frank. Sekarang juga.”
·      Keras kepala: “Begitu,hm? Kalau kau tidak mau dengan sukarela pergi dari sini, biar aku saja yang pergi.” Pendendam: “Tidak akan pernah cukup,” jawab Tony dingin. “Apakah kau pernah memikirkan bagaimana rasanya ditinggalkan? Pernakah kau tahu bagaimana rasanya menjadi seperti anak terbuang ketika kau memilih perempuan lain itu? Kemana dirimu ketika kami membutuhkanmu? Ketika aku ingin bermain denganmu, ketika aku sakit dan rindu padamu?”
·      Pekerja Keras :
Rosie        : “Kau sibuk sekali belakangan ini”
Tony         : “Yeah”
Rosie        : “Banyak sekali urusan yang harus kau kerjakan.
·      Terlalu percaya diri :
Tony tertawa. “ mungkin. Sayangnya mereka tidak punya kualitas seperti aku, bukan? Dan kalaupun ia, tidak mudah juga bagimu untuk membuat mau menikah denganmu. Benar begitu?”
·      Acuh tak acuh:
“Tuliskan perubahan itu persis seperti yang dia minta,” ujar Tony dengan dingin kepada Paul.
“Aku akan menandatanganinya.”

3.  Maria
·      Menyadari kesalahan: “Apapun sebabnya, aku tetap tidak bisa menghilangkan rasa bersalahku pada kalian, terutama pada Tony. Luka akibat perceraian itu ternyata masih membekas begitu kuat dalam dirinya sehingga membuatnya menempuh jalan ini.”
·      Menenangkan: “Jangan khawatir. Dia memang begitu, kalau bercanda sering kelewatan.”
·      Baik hati :“Hmm,” ujar Maria sambil tersenyum-senyum. “Ternyata ini sebabnya. Bagaimana kalau aku menawarkan bantuan untuk kalian?”

4.  Marco
·      Jahil : “masa aku tidak boleh mengagumi kecantikan calon sodara iparku sendiri”
·      Perhatian: “Boleh aku tahu apa yang sebenarnya menggangu pikiranmu hingga kau jadi sakit seperti ini?”
·      Pembela: “Ma,itu bukan kesalahanmu semata. Papa juga bertanggung jawab untuk hal ini. Mama sudah menjadi ibu yang terbaik. Kau merawat anak – anakmu sampai dewasa, berusaha memberikan yang terbaik untuk kami dan papa. Sayangnya, ada wanita kedua dalam hati papa.”
·      Ingin tahu: “yang ini apa namanya?” tanya Marco sambil mengangkat sebuah bungkusan plastik berbentuk segiempat
·      Penengah: “Tentang Jessie, kau tidak perlu khawatir. Mereka berdua memang sangat akrab sejak kecil.”

5.  Aurora
·      Iri Hati : Pertengkaran yang selalu menyambutnya di rumah,  kecemburuan Aurora yang sulit di mengertinya, dan yang paling memukul harga dirinya adalah ketika dia memergoki Aurora bersama dengan lelaki lain di rumahnya.
·      Tidak percaya diri :” itu masalahmu yang paling besar, Aurora. Kau tidak cukup percaya diri. Aku memang belum bisa melupakan dia, tetapi bukankah kau yang menjadi istriku ? kenapa kau harus merasa begitu tersaingi olehnya ?”

6.  Sophie
·           Keras kepala: “Terserah kepadamu, Tony... apapun yang hendak kau katakan tentang aku.” Suara Sophie mulai bergetar. “Aku memang tidak pernah setuju kau menikah dengan perempuan itu.”

7.  Frank (ayah Tony)
·         Keras kepala : “Aku tidak akan pergi dari rumah ini” ujar Frank. Setelah ruangan jadi hening beberapa saat “aku akan tetap tinggal disini dan membantumu untuk urusan pernikahan mendampingimu saat prosesi nanti dan selanjutnya akan tetap tinggal disini.Aku tak akan menyerah sekalipun kau membenciku setengah mati.”
·         Perhatian : “Kau makanlah dulu Ros.Kelihatannya pagi ini kau sedikit sakit.”
·         Percaya diri : “Sangat jelas dia bukan jenis orang yang mudah untuk diintimidasi, punya rasa percaya diri tinggi dan pandai menguasai suasana.”
·         Mengakui kesalahan : “Tony... aku sudah mengakui itu sebagai kesalahanku, dan aku sudah berusaha untuk memperbaikinya.”
·         Penyayang : “Bagaimanapun aku masih tetap ayahmu. Dan kau adalah anakku. Itu ikatan yang tidak pernah bisa diingkari.”
·         Penengah : “Itulah anak muda,” komentar Frank. “Kita dulu juga seceroboh mereka.”

8.  Luigi de Castillo (Chef)
·      Ramah: “Ah-ha, ini dia calon pengantin yang ditunggu sudah tiba,” sambut Luigi dengan ramah.

9.  Gessica (Jessie)
·      Mudah akrab :“Namaku Gessica, tapi panggil saja aku Jessie. Aku sepupu mereka.”

10.  Pak Muhdi
·      Menepati Janji :“Tentu Saja aku akan menepati janjiku.” Pak Muhdi tertawa.

11.  Ibu Rosie
·      Cakap dan terampil : “Oh ya? Wow, ibumu benar-benar luar biasa. Sangat cakap dan terampil.”
·      Penyayang : Ibunya memeluk Rosie demikian juga ayahnya yang memeluk Marco. “Restu ayah dan ibu untukmu Nak, Juga untuk Marco.“  bisik ibunya.
·      Cekatan : ibu Rosie dengan luwes dan cekatan mendandani keluarga besannya.

12.  Ayah  Rosie
·      Penyayang : Ibunya memeluk Rosie demikian juga ayahnya yang memeluk Marco. “Restu ayah dan ibu untukmu Nak, Juga untuk Marco.“  bisik ibunya.

13.  Paul (Pengacara Keluarga Luizzo)
·      Ramah : “Kemana saja kau, Tony?” ujar Paul sambil tertawa.”Sudah ku tunggu hampir dua minggu, baru hari ini kau muncul.”
·      Baik hati : “Baiklah kalau begitu. Kalau nanti salah satu dari kalian berubah pikiran, segera telepon aku. Oke?.”

1.4  Alur
Novel ini menggunakan alur maju. Kilas balik yang ada tidak memengaruhi jalan cerita.  Berdasarkan akhir ceritanya novel ini menggunakan alur ledakan (cerita berakhir mengejutkan). Bila dilihat dari sifatnya novel ini beralur tertutup yaitu tidak merangsang pembaca untuk meneruskan jalan cerita.

1.5 Sudut Pandang
  Sudut pandang yang digunakan dalam novel ini adalah sudung pandang orang ketiga yaitu penulis tidak masuk dalam cerita, melainkan hanya menceritakan.

1.6 Amanat
 Kita harus teguh pendirian

2. Unsur Ekstrinsik
2.1 Nilai Moral
Nilai moral pada novel ini sangat kental. Sifat-sifat yang tergambar menunjukkan rasa humanis yang terang dalam diri seorang wanita dewasa dalam menyikapi permasalahan yang terjadi dalam kehidupan cintanya. Di sini, tokoh utama digambarkan sebagai sosok wanita dewasa  yang mempunyai sifat teguh pendirian atas keyakinannya.
2.2 Nilai Budaya
Dalam novel ini  lebih menceritakan tentang budaya luar yaitu budaya Italia. Terlihat pada adat dalam keluarga

2.3 Nilai Agama
                Nilai agama pada novel ini juga secara jelas tergambar.

Senin, 17 Juni 2013

Resensei Sinopsis Novel Laskar Pelangi Terbaru

LASKAR PELANGI
Karya Andrea Hirata

Sinopsis Novel Laskar Pelangi ini takan bernilai manfaat apa-apa, kecuali kawan-kawan mau belajar untuk mandiri dan bersungguh-sungguh dalam mencapai cita-cita.
Coba mulailah mencari peluang beasiswa kuliah di luar negeri dan belajar tentang hal-hal baru seperti nanotechnology.

Laskar Pelangi adalah sosok teladan, selama kita juga mau peduli dengan keadaan sekitar. Seperti pelangi yang hadir selepas hujan. Mulailah dari sekarang!!

Cerita terjadi di Desa Gantung, Kabupaten Gantung, Belitong Timur. Dimulai ketika sekolah Muhammadiyah terancam akan dibubarkan oleh Depdikbud Sumsel jikalau tidak mencapai siswa baru sejumlah 10 anak. Ketika itu baru 9 anak yang menghadiri upacara pembukaan, akan tetapi tepat ketika Pak Harfan, sang kepala sekolah, hendak berpidato menutup sekolah, Harun dan ibunya datang untuk mendaftarkan diri di sekolah kecil itu.

Mulai dari sanalah dimulai cerita mereka. Mulai dari penempatan tempat duduk, pertemuan mereka dengan Pak Harfan, perkenalan mereka yang luar biasa di mana A Kiong yang malah cengar-cengir ketika ditanyakan namanya oleh guru mereka, Bu Mus. Kejadian bodoh yang dilakukan oleh Borek, pemilihan ketua kelas yang diprotes keras oleh Kucai, kejadian ditemukannya bakat luar biasa Mahar, pengalaman cinta pertama Ikal, sampai pertaruhan nyawa Lintang yang mengayuh sepeda 80 km pulang pergi dari rumahnya ke sekolah! 

Mereka, Laskar Pelangi – nama yang diberikan Bu Muslimah akan kesenangan mereka terhadap pelangi – pun sempat mengharumkan nama sekolah dengan berbagai cara. Misalnya pembalasan dendam Mahar yang selalu dipojokkan kawan-kawannya karena kesenangannya pada okultisme yang membuahkan kemenangan manis pada karnaval 17 Agustus, dan kejeniusan luar biasa Lintang yang menantang dan mengalahkan Drs. Zulfikar, guru sekolah kaya PN yang berijazah dan terkenal, dan memenangkan lomba cerdas cermat. Laskar Pelangi mengarungi hari-hari menyenangkan, tertawa dan menangis bersama. Kisah sepuluh kawanan ini berakhir dengan kematian ayah Lintang yang memaksa Einstein cilik itu putus sekolah dengan sangat mengharukan, dan dilanjutkan dengan kejadian 12 tahun kemudian di mana Ikal yang berjuang di luar pulau Belitong kembali ke kampungnya. Kisah indah ini diringkas dengan kocak dan mengharukan oleh Andrea Hirata, kita bahkan bisa merasakan semangat masa kecil anggota sepuluh Laskar Pelangi ini!

Detail Novel
Judul                                  : Laskar Pelangi
Penulis                               : Andrea Hirata
Penerbit                             : Bentang
Kota Tempat Terbit         : Jl. Pandega Padma 19, Yogyakarta
Tahun Terbit                     : Cetakan III, Juli 2007
Tebal halaman                   : 533 halaman termasuk juga tentang penulis

A. Unsur Intrinsik
1.      Tema

Tema utama dalam novel “Laskar Pelangi” ini adalah pendidikan. Namun uniknya tema pendidikan ini diselingi oleh kisah persahabatan yang erat antara anggota ‘Laskar Pelangi’. Tema pendidikan ini sendiri dipadukan dengan tema ekonomi. Namun tema pendidikan lah yang lebih menonjol.

2.      Plot (alur)

a.   Pengenalan Situasi Cerita
`         Cerita diawali dengan dibukanya penerimaan murid baru di SD Muhammadiyah yang ada di Desa Gantung, Kabupaten Gantung, Belitong Timur, Sumatera Selatan. Sebuah daerah yang kaya akan sumber daya  alamnya yaitu timah. Belitong merupakan daerah yang menjadi tempat penambangan timah terbesar dan menghasilkan banyak sekali keuntungan. Meski pun begitu, kehidupan di sana seperti terpetak-petak antara yang kaya dan yang miskin.
Pagi itu,  satu demi satu calon siswa yang didampingi oleh orang tuanya berdatangan mendaftarkan diri di sekolah yang hampir roboh dan mungkin sudah tidak layak untuk dipakai sebagai tempat belajar-mengajar.

b.   Menuju Adanya Konflik
Dalam novel “Laskar Pelangi” ini, banyak sekali bermunculan masalah-masalah atau konflik-konflik. Namun konflik awal yang pertama muncul adalah saat suasana mulai tegang karena ternyata pendaftar tidak mencukupi batas minimal siswa yang disyaratkan oleh Depdikbud Sumsel. Apabila calon siswa yang mendaftar kurang dari sepuluh anak, maka SD Muhammadiyah harus ditutup.

c.    Puncak Konflik
Puncak konfliknya ialah setelah ditunggu hingga siang, ternyata jumlah pendaftar tidak lebih dari sembilan orang. Jumlah ini tentu saja belum mencukupi persyaratan Depdikbud. Hal ini tentu saja sangat mencemaskan Pak Harfan sang kepala sekolah dan Bu Muslimah sang guru. Sampai pada akhirnya Pak Harfan memutuskan untuk memberikan pidato sekaligus mengumumkan bahwa penerimaan siswa baru dibatalkan.  
     Selanjutnya konflik-konflik lain bermunculan dari masing-masing tokoh. Namun konflik selanjutnya yang secara garis besar melibatkan hampir semua tokoh ialah saat akan diadakannya lomba karnaval dan cerdas cermat antar sekolah.

d.   Penyelesaian
Sesaat hampir saja Pak Harfan memulai pidatonya untuk memberitahuakan bahwa penerimaan siswa baru di SD Muhammadiyah dibatalkan, seorang ibu muncul  untuk mendaftarkan anaknya (Harun) yang mengidap keterbelakangan mental. Tentu saja kedatangan Harun dan ibunya ini memberikan napas lega kepada Pak Harfan, Bu Muslimah dan juga para calon siswa serta orang tuanya. Harun telah menggenapi jumlah siswa untuk menghindarkan SD Muhammadiyah dari penutupan.
Sekolah yang jika malam dipakai sebagai kandang ternak ini akhirnya memulai kegiatan belajar-mengajar meski dengan fasilitas yang seadanya. Tiba saatnya mengikuti karnaval antar sekolah. Keikutsertaan SD Muhammadiyah sempat diperdebatkan karena ketidakadaan dana dan sikap pesimistis yang muncul. Namun, Bu Muslimah bersikeras mengikutkan murid-muridnya. Karena nilai keseniannya paling tinggi dan dianggap sebagai murid yang kreatif, Mahar pun ditunjuk sebagai ketua untuk mengurusi persiapan karnaval. Dengan ide cemerlang dan kreativitasnya, Mahar berhasil menggiring teman-temannya merebut piala kemenangan.
SD Muhammadiyah kembali mengikuti perlombaan. Kali ini adalah perlombaan cerdas cermat. Bu Muslimah, Ikal dan kawan-kawan sempat khawatir karena tak lama perlombaan akan dimulai namun ujung tombak tim mereka belum juga datang. Untungnya meski hampir terlambat, akhirnya si cerdas itu pun datang (Lintang). Awalnya tim dari SD Muhammadiyah tertinggal angka melawan SD PN dan SD Negeri. Namun pada saat memasuki soal yang berbau angka SD Muhammadiyah mengejar ketertinggalan dan berhasil keluar sebagai juara.

3.      Latar Cerita

a.   Latar Tempat
Latar tempat yang digunakan dalam novel ini adalah di sebuah sekolah bernama SD Muhammadiyah yang terletak di Desa Gantung, Kabupaten Gantung, Belitong Timur, Sumatera Selatan. Namun, ada pula yang latarnya adalah di rumah, pohon, gua, tepi pantai, pasar dan lain-lain tapi masih di kawasan Belitong.

b.   Latar Waktu
Dikarenakan novel “Laskar Pelangi” ini merupakan novel yang menceritakan kisah nyata meski ada bumbu imajinasi, maka latar waktu yang disampaikan pun jelas yaitu terjadi pada tahun 1974.

c.    Latar Suasana
Latar suasana yang ada dalam novel ini beragam dikarenakan konflik-konfik yang muncul juga beragam. Ada kalanya senang, sedih, hingga cemas. Berikut beberapa penggalan kisah yang menjelaskan suasana dalam novel :
•         Suasana Sedih
Salah satu penggalan cerita yang menggambarkan suasana sedih ialah saat Ikal, teman-temannya dan Bu Muslimah berpisah dari Lintang yang memutuskan berhenti sekolah karena harus mengurusi keluarga yang ditinggal mati ayahnya.

•         Suasana Senang
Salah satu penggalan cerita yang menggambarkan suasana senang ialah saat tim cerdas cermat SD Muhammadiyah berhasil memenangkan pertandingan.
•         Suasana Cemas
Salah satu penggalan cerita yang menggambarkan suasana cemas ialah saat Pak Harfan, Bu Muslimah dan calon murid SD Muhammadiyah beserta orang tuanya menunggu untuk menggenapkan calon siswa yang mendaftar agar sekolah tidak ditutup.

4.      Penokohan
Tokoh-tokoh yang berperan dalam novel ‘Laskar Pelangi’ antara lain :

a)      Ikal
Ikal atau yang di dalam novel ini berperan sebagai ‘aku’ merupakan tokoh utama. Ikal adalah salah seorang anggota ‘Laskar Pelangi’. Di sekolah ia termasuk murid yang lumayan pandai, namun kepandaiannya masih di bawah dari temannya yaitu Lintang. Ia selalu berada di peringkat kedua di sekolah setelah Lintang. Ikal termasuk orang yang tidak mudah putus asa, selalu bersemangat melakukan hal yang ia sukai dan tegar. Ikal begitu menyukai dunia sastra terutama puisi. Dalam novel ini, Ikal diceritakan menyukai seorang gadis keturunan Tionghoa bernama A Ling. Ia sering sekali mengirimkan puisi tentang luapan perasaannya kepada A Ling.
b)      Taprani
Taprani merupakan sosok yang tampan, rapi,  perfeksionis, lumayan pintar, bicara seperlunya (pendiam), santun, sangat berbakti kepada orang tua dan manja. Ia bercita-cita menjadi guru di daerah terpencil untuk memajukan pendidikan orang melayu pedalaman. Taprani selalu diperhatikan ibunya. Apa pun yang akan dilakukannya harus selalu diketahui ibunya. Ia sangat tergantung pada ibunya.
c)      Sahara
Sahara merupakan satu-satunya murid perempuan yang bersekolah di SD Muhammadiyah. Tubuhnya ramping dan selalu berjilbab rapi. Di sekolah ia termasuk murid yang pintar. Meski pun ia adalah sosok yang perhatian, namun ia termasuk tipe orang yang temperamental, ketus, skeptis, susah diyakinkan dan tidak mudah terkesan. Sahara Sangat menjujung tinggi nilai kejujuran. Ia paling tidak suka berbohong. Dalam novel ini dicritakan bahwa ia bertengkar dengan A Kiong yang tidak pernah sependapat atau satu pemikiran dengannya.
d)     A Kiong
A Kiong adalah satu-satunya murid keturunan Tionghoa yang bersekolah di SD Muhammadiyah. Sifatnya begitu polos dan selalu mempercayai apa yang dikatakan Mahar. Ia selalu menjadi pendukung sekaligus pengikut setia Mahar. A Kiong memiliki rasa persahabatan yang tinggi dan suka menolong. Ia sering kali bertengkar dengan Sahara.


e)      Harun
Harun yang sudah mulai memasuki jenjang pendidikan Sekolah Dasar pada usia lima belas tahun ini mengidap keterbelakangan mental. Sifatnya santun, pendiam, dan murah senyum. Laki-laki yang memiliki model rambut seperti Chairil Anwar ini hobi sekali mengunyah permen asam jawa. Ia pun selalu berpakaian rapi. Di kelas, ia sama sekali tidak bisa menangkap pelajaran membaca atau pun menulis. Ia pun sering kali bercerita tentang kucing belang tiganya yang melahirkan tiga anak yang juga bebelang tiga secara berulang-ulang.
f)       Borek
Borek memilki tubuh yang tinggi tinggi dan besar. Ia sangat terobsesi dengan body building dan tergila-gila dengan citra cowok macho.
g)      Syahdan
Karakter Syahdan tidak begitu menonjol dalam novel ini. Ia adalah salah satu anggota ‘Laskar Pelangi’ yang selalu setia menemani Ikal membeli kapur tulis di took Sinar Harapan milik orang tua A Ling. Syahdan merupakan saksi cinta pertama Ikal kepada A Ling. Ia memiliki cita-cita sebagai aktor.
h)      Kucai
Kucai adalah salah satu anggota ‘Laskar Pelangi’ yang diamanahi sebagai ketua kelas. Ia sempat frustrasi ketika menjadi ketua kelas karena kesulitan dalam mengatur teman-temannya. Meski begitu, laki-laki yang menderita rabun jauh ini selalu terpilih menjadi ketua kelas dan pada akhirnya ia menerima keputusan itu. Anak yang banyak bicara dan susah diatur ini berbakat menjadi seorang politikus.
i)        Lintang
Lintang merupakan anak yang paling jenius dan gigih di antara teman-temannya. Meski pun jarak rumahnya dari sekolah sangat jauh (80 km), ia tetap semangat untuk pergi ke sekolah dan menjadi anak yang paling pagi datang. Setiap berangkat sekolah, ia harus melalui jalan yang merupakan tempat buaya tinggal. Ayahnya adalah seorang nelayan miskin yang bertanggung jawab menafkahi empat belas nyawa yang tinggal di rumahnya. Di sekolah, Lintang begitu serius belajar dan aktif. Otaknya yang jenius dan cermat membawa tim SD Muhammadiyah menjadi pemenang dalam lomba cerdas cermat. Lintang sangat suka membaca dan mempelajari berbagai ilmu penngetahuan. Lintang pun tak segan membagi ilmunya kepada teman-temannya. Idenya sangat kreatif. Lucunya, kelihaiannya dalam berpikir tidak dibarengi dengan tulisan tangan yang indah.
j)        Mahar
Mahar memiliki bakat dalam bidang seni, baik itu menyanyi, melukis, seni rupa dan lain sebagainya. Pemikirannya imajinatif dan kreatif. Anak tampan ini termasuk orang yang menggemari dongeng-dongeng yang tak masuk akal (mungkin karena ia terlalu imajinatif). Mahar sering kali diejek dan ditertawakan teman-temannya karena pemikirannya dianggap aneh.
k)      Bu Muslimah
Wanita bernama lengkap N.A. Muslimah Hafsari ini adalah guru di SD Muhammadiyah. Ia sangat gigih dalam mengajar meski pun gajinya belum dibayar. Ia sangat berdedikasi terhadap dunia pendidikan dan dengan segenap jiwa mengajar murid-murid di SD Muhammadiyah. Wanita cantik yang menyukai bunga ini memiliki pendirian yang progresif dan terbuka terhadap ide-ide baru. Ia termasuk orang yang sabar dan baik hati.
l)        Pak Harfan
Pria bernama lengkap K.A Harfan Efendy Noor ini menjabat sebagai kepala SD Muhammadiyah. Bersama Bu Muslimah, ia tetap mempertahankan sekolah yang hamper ditutup karena kekurangan siswa. Pak Harfan juga memiliki dedikasi tinggi terhadap pendidikan.
m)    A Ling
Gadis keturunan Tiongoa ini merupakan cinta pertama Ikal. Ia memiliki tubuh yang ramping dan tinggi. Anak dari pemilik toko Sinar Harapan ini ternyata juga menyukai Ikal. Namun sayangnya ia pindah ke Jakarta.
n)      Flo
Ia merupakan murid pindahan dari sekolah PN. Gadis tomboi yang berasal dari keluarga kaya ini merupakan tokoh terakhir yang muncul sebagai anggota ‘Laskar Pelangi’.

5.      Sudut Pandang yang Digunakan
Sudut pandang yang digunakan dalam novel ini adalah sudut pandang orang pertama pelaku utama karena dalam penceritaan novel penulis menggunakan kata ‘aku’. Tokoh ‘aku’ dalam novel ini diceritakan paling dominan sehingga si tokoh ‘aku’ dapat dikatakan sebagai tokoh atau pelaku utama.

6.      Amanat
Banyak sekali amanat yang terkandung dalam novel “Laskar Pelangi” ini. Diantaranya adalah :
•         Jangan mudah menyerah oleh keadaan (jangan putus asa)
Keadaan boleh saja serba kekurangan, namun kekurangan janganlah menjadi alasan untuk tidak berusaha. Justru jadikanlah kekurangan itu sebagai motivasi untuk bisa menutupinya. Dalam novel ini diceritakan tentang kehidupan pendidikan yang keadaannya serba minim. Namun, tokoh-tokoh di dalamnya tidak menyerah dengan keadaan seperti itu. Mereka tetap bersemangat mengikuti kegiatan belajar mengajar. Kemiskinan bukan alasan untuk tidak belajar.
•         Jauhi sifat pesimis
Saat menengadahkan perasaan kepada orang-orang yang ada di atas kita, bukan berarti kita harus merasa kecil dan lemah di hadapan mereka. Kita ada di bawah, bukan berarti kita tidak bisa seperti orang yang ada di atas. Menengadahkan perasaan ke atas mestinya dijadikan cambuk semangat untuk bisa seperti orang itu atau bahkan bisa lebih baik lagi. Contonya pada novel ini yang menceritakan sebuah sekolah kampung (SD Muhammadiyah) biasa yang selalu optimis untuk bisa lebih baik dari sekolah yang dari awal memang sudah baik (SD PN).
•         Sebagai guru haruslah dengan ikhlas mengajar dan berdedikasi tinggi terhadap pendidikan.
Dalam novel ini diceritakan seorang guru yang begitu tinggi dedikasinya terhadap pendidikan. Guru diibaratkan  kompas yang menunjukkan kemana murid-muridnya akan pergi. Bu Muslimah merupakan sosok yang menjadi guru teladan yang dengan segenap kemampuannya berjuang untuk memajukan pendidikan di sebuah kampug kecil.

B. Unsur Ekstrinsik
            Selain unsur intrinsik, dalam novel “Laskar Pelangi” ini amat kental dengan pengaruh unsur ekstrinsik. Unsur ekstrinsik yang ada dalam novel tidak lepas dari latar belakang kehidupan pengarang entah itu dari segi budaya yang dipegang, kepercayaan, lingkungan tempat tinggal dan lain sebagainya. Ada pun beberapa unsur ekstrinsik yang dibahas antara lain :
1.      Latar Belakang Tempat Tinggal
Lingkungan tempat tinggal pengarang mempengaruhi psikologi penulisan novel. Apalagi novel “Laskar Pelangi” merupakan adaptasi dari cerita nyata yang dialami oleh pengarang langsung. Letak tempat tinggal pengarang yang jauh berada di Desa Gantung, Kabupaten Gantung, Belitong Timur, Sumatera Selatan ternyata benar-benar dijadikannya latar tempat bagi penulisan novelnya.

2.      Latar Belakang Sosial dan Budaya
Pada novel ini banyak sekali unsur-unsur sosial dan budaya masyarakat yang bertempat tinggal di Belitong. Adanya perbedaan status antara komunitas buruh tambang dan komunitas pengusaha yang dibatasi oleh tembok tinggi merupakan latar belakang sosial. Dimana interaksi antara kedua komunitas ini memang ada dan saling ketergantungan. Komunitas buruh tambang memerlukan uang untuk melanjutkan kehidupan, sedang komunitas pengusaha memerlukan tenaga para buruh tambang untuk menjalankan usaha mereka.

3.      Latar Belakang Religi (agama)
Latar belakang religi atau agama si pengarang sangat terlihat seperti pantulan cermin dalam novel “Laskar Pelangi” ini. Nuansa keislamannya begitu kental. Dalam beberapa penggalan cerita, pengarang sering kali menyelipkan pelajaran-pelajaran mengenai keislaman.
4.      Latar Belakang Ekonomi
Sebagian masyarakat Belitong mengabdikan dirinya pada perusahaan-perusahaan timah. Digambarkan dalam novel bahwa Belitong adalah pulau yang kaya akan sumber daya alam. Namun tidak semua masyarakat Belitong bisa menikmati hasil bumi itu. PN memonopoli hasil produksi, sementara masyarakat termarginalkan di tanah mereka sendiri. Latar belakang ekonomi dalam novel ini diambil dari kacamata masyarakat belitong kebanyakan yang tingkat ekonominya masih rendah. Padahal sumber daya alamnya tinggi.

5.      Latar Belakang Pendidikan
Dalam novel ini terkandung banyak sekali nilai-nilai edukasi yang disampaikan pengarang. Pengarang tidak hanya bercerita, tapi juga menyajikan berbagai ilmu pengetahuan yang diselipkan di antara ceritanya.  Begitu banyak cabang ilmu pengetahuan yang diselipkan antara lain seperti sains (fisika, kimia, biologi, astronomi). Pengarang gemar sekali memasukkan istilah-istilah asing ilmu pengetahuan yang tertuang dalam cerita. Ini menandakan bahwa pengarangnya memiliki tingkat pendidikan yang tinggi.

Resensi Sinopsis Ayat Ayat Cinta Lengkap

Novel Ayat-Ayat Cinta

Nama : Galih Mohammad Ramdhan
Kelas : Bahasa B ( Semester V )
NIM : 0604834
No absen : 01
Tugas : Sejarah dan Teori Sastra
Novel : Ayat-ayat Cinta karangan Habiburrahman El Shirazy
(angkatan 2000 )Di karangan di Bangefayu wetan Semarang. Rabu 8 Oktober 2003, pukul 01.30 dini hari.
Penerbit : Basmala REPUBLIKA
Cetakan : Cetakan Pertama, Desember 2004
Tebal Buku : 419 Halaman
A. Sinopsis
Ini adalah kisah cinta, tapi bukan kisah cinta sekedar kisah cinta yang biasa, ini tentang bagamana menghadapi turun-naiknya persoalan hidup dengan cara Islami. Fahri Bin Abdullah adalah pelajar dari Indonesia yang berusaha menggapai gelar masternya di Al-Azhar berurat dengan berbagai macam target dan kesederhanaan hidup.
Bertahan denngan menjadi penerjemaah buku agama, semua target dijalani. Fahripenuh antusias kecuali MENIKAH. Kenapa ? karena Fahri adalah laki-laki yang begitu lurus, dia tak mengenal pacaran sebelum menikah. Dia kurang artikulatif saat berada dengan makhluk yang namanya perempuan. Hanya sedikit perempuan yang dia kenal. Neneknya, Ibunya dan saudara perempuanya betul begitu ?
Seperti pindahnya ke Mesir membuat hal itu berubah. Tersebutlah Maria Grigis, tetangga satu flat dan mengagimi Fahri, dan juda dia mengagumi Al-Quran serta hapai sebagian surat, kekaguman berubah menjadi cinta, sayang cinta Maria hanya tertulis buku catatan haria Maria. Nurul adalah seorang gadis dari Indosenia sama halnya dengan Fahri, hanya saja Nurul orang tuanya sangat kaya dan terkenal dengan mempunyai pondok pesantren, Fahri menjadi minder akan kemampuan orangtuanya dan fahri gak mungkin mencintai nurul anak ustd dari Indonesia pemilik pesantren, kemudian Noura adalah gadis mesir yang selalu disiksa oleh ayahnya dan kakanya yaitu Bahadur, karena ayahnya tidak menganggap Noura sebagai anaknya, karena Noura berbeda kulit dengan ayahnya, dia tersiksa dan disebut anak haram dan di jual oleh Bahadur, tetapi Fahri, Maria, dan Nurul Menolongnya.dan Noura menaruh hati pada Fahri bahkan berlebih, Noura menginginkan Fahri jadi suaminya, tetapi Fahri hanya kasian dan simpati pada kesabaran Noura. Hal tersebut menjadi masalah yang panjang dan sangat tragis, Noura memfitnah Fahri memerkosa Noura, sehingga Fahri dijebloskan kepenjara. Aisah gadis turki yang tinggal dengan pamannya di Mesir dai kenal Fahri saat di metro, dan saat mewawancara dengan orang Amerika, pada saat itu Fahri dekat dan ternyata Aisah itu masih keterkaitan dengan guru besar Fahri yaitu Syiakh Utsman dan beliau merencanakan menjodokan Fahri dengan Aisah, dan Fahri dengan Aisah sama-sama suka dan saling mencintai. Lalu Bagamana bocah desa nan lurus menghadapi semua ini. Siapakah yang dipilih, bisakah semua dalam jalur Islam yang sangat ia yakini?


B. Unsur-unsur Intrinsik Pada Novel Ayat-Ayat Cinta.
a. Tema
Perjuangan dalam melawan ketidak adilan
b. Tokoh
Tokoh utama : Fahri, Nurul, Maria, Aisah, Noura
Tokoh Pembatu :
Saeful, Rudi,Hamdi, Tuan Boutros ( ayah Maria ), Nahed ( Ibu Maria ), Syaikh Usman ( Guru Besar Fahri ), Syaikh Ahmad ( Dosen Fahri di Al-Azhar ), Ustd Jalal ( Paman Nurul ) dan istinya, Eqbal dan Istinya ( Paman dan bibi Aisah ), Amru ( Pengacara ), Magdi ( polisi ), Bahadur dan Kaka Noura, adik-adik Maria.
c. Plot / Alur : Alur maju
Perkenalan :
Pada saat Fahri mulai berpendidikan di Universitas Al-Azhar dan tinggal di flat bersama reka mahasiswa dari Indonesia, kemudian kenal dengan tetangga dekatnya yaitu Maria sekeluarga. Serta menjalankan perkuliahan sebagaman mestinya serta mengenal orang-orang Mesir diantaranya Syaikh Usman, Syaikh Ahmad dan tak lupa teman teman aktifis dari Mesir juga teman sepermainan Fahri pada saat main bola.
Pertikaian :
Dimulai pada saat mal hari disana ada gadis yang disiksa, dan gadis itu adalah Noura, dia disiksa dibawah dekat flat Fahri dan kedengaran oleh Fahri, dia hendak mau menolong, tapi Fahri enggan, karena dia seorang gadis perempuan, kemudian dia meminta tolong Maria untuk menolong Noura, walaupun Maria takut oleh Bahadur ayah Noura, dia terpaksa dan akhirnya Noura tertolong dan Noura di titipkan di Nurul.
Adapun pertikaian pada saat pertikaian Fahri saat Fahri Pulang dari Alexsandria berbulan madu, dia di tangkap karena di tuduh memperkosa seorang gadis mesir yaitu Noura.dan Fahri tidak sempat menjelaskan pada Istrinya Noura. Kemudian pada saat kemudian adapulan tertentangan sengit pada saat Fahri sedang diadili dan pengakuan Noura karena telah di perkosa oleh Fahri pada saat dia menolong, sedangkan Fahri tidak mersa melakukan hal tersebut, di dukung oleh pengakuan seorang masyarakat yang tinggal di flat dekat Fahri, hal tersebut membuat Fahri kecewa atas perlakuan Noura yang telah memfitnah Fahri.
Klimak :
Saat Fahri di dalam penjara di tuduh dan di siksa habis-habisan dan dan dipenjara di bawah tanah, krena telah menghamili Noura gadis yang ditolong Fahri dari kekejaman Bahadur, disana Fahri mengalami kesediahan yang luarbisa karena pertama. Penyiksaan dan di tahan dalanm penjara bawah tanah, sedangkan Aisah sedang mengalami hamil yang pertama,kedua. Bulan tersebut adalah bulan Ramadhan yang mana Fahri dan Aisah merencanakan Umroh pada saat bulan Ramadhan,hal tersebut hal yang dinantikan oleh mereka berdua, tapi malah sebaliknya mereka mengalamicobaan yang perih. Ketiga Pada saat persidangan Fahri dituduh habis-habisan oleh pengaduan Noura dan salah seorang saksi yang melihat kejadian itu, yang memperkuat bahwa Fahri bersalah dan bakalan dihukum mati. Keempat Fahri tidak mempunyai bukti bahwa ia tidak bersalah, kecuali salah satu kunci utama dalam memecahkan kasus ini adalah Maria sebagai saksi yang bias membebaskan fahri, sedangkan maria sedang terbaring koma.
Peleraian :
Akhirnya jalan satu-satunya Fahri terpaksa menikahi Maria yang terbaring koma, karena alasan dia akan sembuh apabila di sentuh oleh Fahri, serta Fahri tertekan akan beberapa hal termsauk dari Aisah dan orang tua Maria.yaitu pertama saksi kunci dalam kasus ini adalah Maria. Kedua. Fahri cemas dan bertanggung jawab atas Aisah yang sedang mengandung, ia pengen Fahri segera bebeas dan ia ingin bahwa pada saat melahirkan anaknya Fahri harus hadir di sisinya, dan Aisah pun mengijinkan Fahri menikahi Maria secepatnya. Dan akhirnya Mereka Menikah dan dan Maria sembuh dengan sentuhan Fahri, walaupun dia masih duduk di Bantu dengan kuris roda, dan dia bis menjadi saksi kunci kasus Fahri Dengan Noura. Dan Alhamdulilah kebenaran selalu menang Fahri Bebas dengan kekasian Maria, serta kejujuran Noura kenapa dia melakuakn hal sehina tersebut karena dia mencintai Fahri. dan saksi yang melihat merupakan saksi palsu.
Akhir :
Fahri memiliki 2 oarang istri yang sholeh yang pertama Aisah dan yang Kedua Maria yang masih sakit-sakitan karena dia terlalu emosi pada saat persidangan, dan akhirnya maria di rawat kembali, dan pada saat dia dirawat ada keanehan yang terjadi pada Maria, yaitu maria tertidur dan bermimpi tiba di 7 pintu sorga dan dia mau masuk karena kenikmatanya, ternyata dia tidak di perbolehkan masuk samapai pintu keenam dan pintu terakhir dia bolh masuk tapi dengan syarat yaitu pertama harus mempunyai wudlu dan syahadat, kemudian dia kembali pulang dan seseorang itu menunggu kembalinya Maria. Maria terbanun dan dihadapannya ada Fahri dan Aisah, dia meminta tolong untuk melakukan wudlu dan syahadat, kemudian Fahri membantu dan ia bercerita kejadian di dalam mimpinya, kemudian Maria Meminta Fahri dan Aisah untuk memngajarkan syahadat, pada saat selesai syahadat, maka selesai pula riwayat Maria dia meninggal dengan diakhiri Dua Kalimah Syahadat, ada pesan ketika ngobrol dengan Fahri juga Aisah, Maria akan menunggu Fahri di sorga Firdaus untuk memadu cinta dan kasih.
d. Perwatakan :
Fahri : Rajin, Pintar, Sabar,Terencana, Tepat waktu, Ikhlas, Ulet, Penolong, sholeh, aktifis, pintar dalam memimpin,lurus, penuh dengan target
Nurul : Rajin, Pintar, Pemalu tidak terbuka, kaku, emosi, sholeh
Maria : Ceria, Suka bergurau, rajin, Pintar, tapi fisiknya lemah, manja tertutup.
Aisah : Orangnya lembut, sabar, ikhlas, terencana, pintar, sholehah, seba mewah.
Noura : Orangnya tertutup, sulit di tebak,pintar, tapi dia kejam, emosi, pendiam.
e. Setting / latar : Mesir Kairo Al-azhar ( Negara Mesir Benua Afrika ).flat, Masjid, Restoran, Metro, Penjara Rumah sakit, Alexsandria.
f. Pusat Pengisahan : Tokoh utama menuturkan ceritanya sendiri
g. Amanat :
Dalam merencanakan sesuatu pasti akan ada halangan dan rintangan yang menghadang tujuan yang hedak di capai tidak akan berjalan dengan mulus.
Semakin banyak ilmu / pengetahuan yang di terima atau di dapat, maka semakin banyak pula hambatan, godaan yang haris di lewati dan di pecahkan dengan hati yang sabar dan yakin akan ada hikmanya.
h. Sudut Pandang : Aku sebagai orang I
i. Gaya Penulisan : Khas,unik, penuh dengan nuansa religi, punuh dengan romantis cintaC
C. Kutipan Pada Novel Ayat-Ayat Cinta.
a. Kutipan Ke-1
“ Kau juga suka menghafal Al-Quran aku tidak salah dengar ? heranku.
“Ada yang aneh?”
Aku diam tidak menjawab.
“aku hafal surat Maryam dan surat Al-Maidah di luar kepala
“Benarkan?”
Kau tidak percaya? Coba kausimak baik-baik!”
Maria lalu melantunkan surat Maryam yang ia hafal. Anehnya ia terlebih dahulu membaca ta’awwudz dan basmalah. Ia tahu ada bab dan tata cara membaca Al-Quran.Pada saat Maria dan fahri di dalam Metro. ( halaman 24 )
b. Kutipan Ke-2
“Busyit! Hei perempuan bercadar, apa yang kaulakukan!”
Pemuda itu berbaju kotak-kotak bangkit dengan muka merah Ia berdiri tepat di samping perempuan bercadar dan membentaknya dengan kasar. Rupanya ia mendengar dan mengerti percakapan mereka berdua.
Perempuan bercadar kaget. Namun aku tidak bias menangkap raut kagetnya sebab mukanya tertutup cadar. Yang bias kutangkap adalah gerakan kepalanya yang terperangah. Kedua matanya yang sedikit menciut, kulit putih antara dua matanya sedikit mengkerut seperti mau bertemu.
“ Hal a…ana khata?” Ucap perempuan bercadar tanggap. Ia memakai bahasa fusha bukan bahasa amiyah. Maksudnya bias dipahami. Tapi susunanya janggal. Apakah mungkin karena dirinya terlalu kaget atas bentakan pemuda Mesir itu.
Mendengar jawaban seperti itu si pemuda malah semakin naik pitam. Ia kembali membentak dan maki-maki secra kasar dan bahasa amiya,
“Yakhrab baitik! Kau telah menghina seluruh orang mesir yang ada dimetri ini. Kau sungguh keterlaluan! Kelihatanya saja bercadar, sok alim, tetapi sebetulnya kau perempuan bangsat! Kau kira kami tidak tahu sopan-santun apa ? sengaja kami mengacuhkan orang amerika itu untuk sedikit memberikan pelajaran. Ee..bukanya kau dukung kami. Kau malah mempersilahkan setan-setan bule itu duduk. Dan seolah paling baik, kau sok jadi pahlawan dengan memintakan maaf atas nama kami semua. Kau ini siapa, he?”
Pemuda itu sudah keterlaluan. Akau berharap ada yang bertindak. Ashraf dan lelaki setengah baya berpakaian abu-abu mendekati pemuda dan perempuan bercadar. Aku sedikit lega.
“Kau sungguh kurang ajar perempuan! Kau membela bule-bile Amerika yang telah membuat bencana di mana-mana. Di afganistan. Di Palestina. Di Irak dan dimana-mana. Mereka juga tak henti-hentinya mengguyahkan Negara kita. Kau ini muslimah macam apa!?” Ashraf marah sambil menuding-nuding perempuan bercadar itu.
Aku kaget bukan main. Aku tak mengira Ashraf akan berkata sekasar itu. Kelegan itu jadi kekecewaan mendalam.
“ Meski kau bercadar dan membawa mushaf kemana-mana, nilaimu tak lebih dari seorang syarmuthah! Umpat lelaki berpakaian abu-abu.
Ini sudah keterlaluan. Menuduh seorang baik-baik sehina pelacur tidak bias di benarkan.
Aku membaca istigfar dan sholawat berkali-kali. Aku sangat kecewa pada mereka. Perempuan itu diam seribu bahasa. Matanya berkaca-kaca. Bentakan, cacian, tudingan dan umpatan yang ditujukan padanya memang sangat menyakitkan. Aku tak bias diam. Kucopoti topi yang menutupi kopiah putihku. Lalau akyu mendekati merka sambil mencopoti kaca mata hitamku.
“ Ya jama’ah, shalli alan nabi, shalli alanabi1” ucapku pada mereka sehalus mungkin. Cara menurunkan amarah orang mesir adalah mengajak membaca sholawat. Entah riwayatnya dulu bagamana. Di mana-mana, seluruh Mesir, jika ada orang bertengkar atau marah, cara meleraikanya dan meredamnya pertama-tama adalah mengajak membaca sholawat. Shalli Nabi, artinya bacalah sholawat keatas nabi. Cara ini biasanya sangat manjur.
Benar, mendengar ucapanku spontan mereka membaca sholawat. Juga para penumpang metro yang mendengat.orang mesir tidak mau dikatakan bakhil. Dan tiada yang lebih bakhil dari orang yang mendengar nama Nabi, atau diminta bersholawat tapi tidak mau mengucapkan sholawat. Begitu penjelasan Syaikh Ahmad waktu kutanyakan ihwal anah orang meredam amarah. Justru tidak adsa orang sedang marah lantas kita bilang padanya, La taghahab! Yang artinya, jangan marah, terkadang marah membuat ia semakin marah.
Akau lalui menjelakan pada mereka yang yang dilakukan itu bebar. Bukankah menghina orang mesir, justru sebalinya. Dan umpatan=umpatan yang dio tujukan padanya itu tidak sangat sopan dan tiodak dibenarkan. Aku beberkan alesan-alesan kemanusian, mereka bukan sadar malah kembali naik fitam. Sipemudan marah dan cela die\riku dengan sengit. Juga si bapak yang berpakaian abu-abu. Sementara Ashraf bilang, “ Orang Indonesaia sudahlah, kau jangan ikut campur urusan kami.
Aku kembali mengajak mereka membaca sholawat. Aku nyaris kehabisan akal. Akhirnya beberapa hadis Nabi untuk menyadarkan mereka. Tapi orang mesir seringkali muncul besar kepalanya dan merasa paling menang sendiri.
Pemuda Mesir malah menukas sengak, “Orang Indonesia, kautahu apa sok mengajari tentang islam, heh! Entah belajar bahasa arab baru kemaren sore. Juz Amma entah hapal entah tidak.Sok Pintar kamu! Sudah kau diam saaja, belajar baik-baik selama di sisni dan jangan ikut campit urusan kamu!”
Aku diam saat sambil berfikir bagamanana caranya menghadapi anak firaun yang sombong dank eras kepala ini. Aku melirik Ashraf. Mata kami bertatapan. Aku berharap dia berlaku adil. Dia telah berkenalan dengan ku tadi. Kami pernah akrab meskipun cumin sesaat. Kupandang dia dwengan bahasa mata mencela. Asharaf menundukan kepalanya, lalu berkata,
“ Kapten, kau tidak boleh berkata seperti itu. Orang Indonesia ini sudah menyelesaikan Licien-nya di AlAzhar. Sekarang dia sedang menempuh program magisternya. Walau bagamanapun, dia seorang Azhari. Kau tidak boleh mengecilkan dia. Dia hafal Al-Quran. Dia murid ASyaikh Utsman Abdul Fattah yang terkenal itu”.
Pembelaan Asharaf ini sangat berartyi bagiku. Pemuda baju kotak=kotak itu melirik kepadaku lalu menunduk. Mungkin dia malu telah berlaku tidak sopan. Tyetapi lelaki berpakaian abu-abu kelihatanya tidak mau menerima begituh saja.
“ dari mana kau tahu? Apa kau teman satu kuliahnya?” tanyanya.
Asharaf tergagap, “ tidak aku tidak teman kuliahnya. Akau tahu saat berekenalan dengannya tadi.”
“ kau terlalu mudah percaya. Bisa saja dia bohong. Program magister di Al-Azhar tidak mudah. Jadi murid Syaikh Utsman juga tidak mudah.” Lelaki itu mencela Ashraf. Dia lalu berpaling kearahku dan berkata” Hei orang Indonesia, kalau benar S.2 di Al-Azhar mana kartumu ?”
Lelaki itu membentak seperti introgator tawanan perang, berurusan dengan orang awam Mesir yang keras kepala memang haris sabar. Tetapi, jika mereka sudah tersentuh hatinya, mereka akan bersikap ramah dan luar biasa bersahabat. Itulah salah satu keistimewaan watak orang Mesir. Terpaksa kubuka tas cangkokku talaqqi sab’ah dari Syaikh Ustman. Todak hanya itu, aku juga menyerahkan selembar tashdiq resmi dari universitas. Tasdiq akan ku gunakan untuk memperpankang visa sabtu depan.
Lelaki setengah baya itu lalau meneliti dua kartu dan tashdiq yang masih gres dengan seksama. Ia menggut-manggut, kemudian menyerahkan kepada pemuda berbaju kotak-kotak yang keras kepala yang ada disam[pingnya.
“ Kebetulan saat ini saya sedang menuju Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq utuk talaqqi. Kalau ada yang mau ikut menjumpai Syaik Ustman boleh menyertai saya.”. ujarku tenng penuh kemenangan.
Kulihat wajah mereka tidak sepiotman tadi. Sudah lebih mencair. Bahkan ada gurat rasa malu pada wajah mereka. Jika kebenaran ada di depan mata, orang ZMesir mudah luluh hatinya.
“ Maafkan kelancangan kami, Orang Indonesia. Tapi perempuan bercadar ini tidak pantas di bela. Ia telah melakukan tindakan bodoh!” kata pemuda Mesir berbaju kotak-kotak sambil menterahkan kedua kartu dan tasdiq kepadaku.
Aku menghela nafas panjang. Metro melaju kencang menembus udara panas. Sekali debu masuk berhamburan.
“Terus terang, aku sangat kecewa pada kalian! Ternyata sifat kalian tidak seperti yang digambarkan Baginda Nab9. Beliau pernah bersabda bahwa orang-orang Mesir sangat halus dan ramah, maka beliau memerintahkan kepada sahabarnya, jika kelak membuka bumi Mesir hendaknya bersikap halus dan ramah. Tapi ternyata kalian sangat kasar. Aku yakin kalian bukan asli orang Meswir. Mungkin kalian sejatinya sebagai bani Israel. Orang Mesir asli seperti Syaikh Muhammad Mutawalli Sy’rawi yang ramah dan pemurah”ucap datar. Aku yakin akan membuat hati orang Mesir yang mendengarnya bagaikan tersengat aliran listrik.
( halaman 40 )
c. Kutipan Ke-3
Di tengah sayoknya bercengkraman, tiba-tiba kami mendengar suara orang tidiur. Suara lelaki dan perempuan bersumpah serapah berbaur dengan suara menjerit da tangis seorang perempuan. Suara itu dating dari bawah. Kami ke tepi suthuh dan melihat kebawah.
Benar, digerbang papartemen kami melihat seorang gadis diseret oleh seorang laki hitam dan ditendangi tanpa ampun oleh seorang perempuan. Gadis yang diseret menjerit dan menangis. Sangat mengibakan. Gadis itu diseret samapai ke jalan.
***
Aku paling tidak tahan mendengar perempuan menangis. Kuajak teman-teman turun kembali ke flat. Mereka bertanya apa yang harus dilakukan untuk menolong Noura. Aku diam belum menemukan jawaban. Aku masuk kamer, kubuka jendela, angina malam semilir masuk. Noura masih tersiak-siak di bawah tiang lampu. Aku dan teman-teman tidak mungkin menolong Noura. Meskipun dengan sepatah kata untuk menghibut hatinya. Aku untuk memberitahukan padanya bahwa sebenarnya ada yang peduli padanya. Tidak mungkin. jika ada yang salah persepsi urusannya. Apalagi Si Hitam bahadur bias melakukan apa saja tanpa pertimbangan akal sehatnya.
Aku teringat Maria. Ia gadis yang baik hatinya. Rasa ibaku pada Noura menggerakan tanganku untuk mencoba mengirimkan sms pada Maria.
“ Maria Apa kau bangun. Kaudengan suara tangis dibawah sana?”
Kutunggu. Lima menit. Tak ada jawaban. Kuulangii lagi. Kutunggu lagi. Ada jawaban.
“Ya aku bangun. Aku mendengarnya. Aku melihat dari jendela Noura memeluk tiang lampu”
Lalu aku berdialog dengan maria lewat sms.
‘Apa kau tidak kasian padanya?’
“Sangat kasian”
“Apa kau tidak tergerak untuk menolongnya”
“Tergerak. Tapi tidak mungkin”
“Kenapa?”
“Si Hitam bahadur bis melakukan apa saja.
Ayahku. Tidak mau berurusan dengannya.”
“tidaklah kau bias turun dan menyeka airmatanya. Kasihan Noura. Dia perlu seseorang yang menguatkan hatinya.”
“ Tidak mungkin”
Kau lebih lebih memungkinkan dari pada kami”
“Sangat susah memungkinkan!” Maria Menolak.
“Kumohon turunlah dan usaplah airmatanya. Aku paling tidak tahan jika ada perempuan menangis.
Aku tidak tahan. Kumohon. Andaikan aku halal baginya tentu aku akan turun mengusap airmatanya dan membawanya ke tempatr yang jauh dari linangan airmata selama-lamanya.”
“Untuk yang ini jangan paksa aku, Fahri! Aku tidak Bisa!.”
“Kumohon demi rasa cintamu pada Al-Masih Kumohon!”
“Baiklah demi cintaku pada Al-masih akan kucoba. Tapi kau harus tetap mengawasi dari jendelamu. Jika ada apa-papa kau hatrus berbuat sesuatu.”
“Jangan kuatir. Tuhan menyertai orang yang berbuat kebajikan”. ( halaman 72 )
d. Kutipan ke-4
“ Jika seorang suami melihat ada gejala istrinya hendak nusyuz, hendak menodai ikatan suci pernikahan, maka Al-Qur’an memberikan tuntunan bagamana seorang suami harus bersikap untuk mengembalikan istrinya ke jaln yang benar, demi menyelamatkan keutuhan rumahtangganya. Tuntunan itu ada dalam surat An-Nisaa ayat 34. di situ Al-quran memberikan tuntunan melalui tiga tahapan.
“Pertama, menasihati istrinya dengan baik-baik, kata-kata yang bijaksana. Kata-kata yang menyentuh hatinya sehingga dia bias segera kembali kejalan yang lurus. Sama sekali tidak diperkenankan mencela istri dengan kata-kata kasar. Baginda Rasullulaoh melarang hal itu. Kata-kata kasar lebih menyakitkan dari pada tusukan pedang.
JIka dengan nasihat tidak juga mempan, Al-Quran memberikan jalan kedua, yaitu pisah tempat tidur dengan istri. Dengan harapan istri mulai nusyu itu bisa merasa dan intropeksi. Seorang istri yang benar-benar mencintai suaminya dia akan sangat terasa dan mendapatkan teguran jika sang suami tidak mau tidur dengannya. Dengan teguran ini diharapkan istri kembali saleh. Dan rumah tangga tetap utuh harmonis.
“ Namun jika ternyata sang istri memang bebal. Nuraninya telah tertutupi oleh hawa nafsunya, Ia tidak mau juga berubah setelah diingatkan dengan dua cara tersebut, barulah menggunakan cara yang ketiga, yaitu memukul. ( halaman 96 )
e. Ketiapan ke-5
DALAM PERJALANAN PULANG entah kenapa aku merasakan kecemasan yang menyusup begitu saja dalam jiwa. Selama melewati jalan lurus yang membawa pandang pasir aku terus berdoa agar diberi keselamatan sampai tujuan. Kupandang lekat-lekat wajah Aisah yang sedang konsentrasi mengemudikan kendaraan. Dalam hati aku berkata
Aku cemas bila kehilangan kau
Aku cemas pada kecemasanku.
Aisah tarsus mengebut dengan tenang. 90 kam/jam. Semua kendaraan berjalan cepat. Tak ada yang lambat. Bus West Delta menyabil dengan kecepat gila. Memasuki Giza, awal masuk kota Cairo dari arah Alexsandria, kami hamper di sebuah restoran untuk makan malam dan sedikit mewmbeli oleh-oleh buat si Hosanm dan Magdi. Dia penjaga apartemen. Dua malam sebelum Ramadhan tiba. Rencana umrah awal Romadhon tiba. Rencan berangkat umrah awal ramadhan teroaksa di undur satu minggu.
Baru masuk rumah. Sms dari Yousef dating. Menggambarkan kondisi Maria semakin memburuk dan terpaksa harus dirawat dirumah sakit maadi. Kondisi sangat lelah. Tidak mungkin langsung meluncur ke maadi. Aku membalas dengan menggambrkan bari tiba dari Alexsandria dan isnsya Allah pagi akan dating menjenguk.
Selesai membersihkan badan dengan air hangat kami shalat berjamaah. Selesai sholat aku turun kebawah membawa oleh-oleh untuk Hosam dan Magdi. Dua bungkus ayam panggang dan dua jaket baru. Mereka senang sekali menerimanya. Aku akan terlelap. Aisah terbangun dan berlali kekamar madi. Ia mintah-muntah. Kubuntuti dia. Kupijit-pijit tengkuknya, mukanya pucat. Dalam pikiranku dia masuk angina dan kelelahan. Ia bekerja keras, memforsir tenaga dan pikiranya untuk menulis biografi ibunya selama di Alexsandria. Ia juga harus konsentrasi selama dtiga jam mengwendarai mobil.
Aku merasa sangat kasian pada istriku. Aku berniat aku harus bisa menyetir agar istriku tidak kelelahan. Ku gosok punggungnya dengan minyak kayu putih. Telapak tangan, kaki, perut dan lehernya kuolesi minyak kayu putih. Kubuatkna ramuan andalanku jika sedang meriang. Segelas madu hangat diberikan habbah barkah. Rasulluloh pernah mengabarkan bahwa habba berkah bisa menjado obat segala penyakit. Setelah meminum ramuan itu kuajak Aisah tidur.
Pagi hari ia tampak segar. Pukul sembulan saat aku bersiap mengajaknya ke Rumah Sakit. Tiba-tiba dia kembali muntah-muntah. Aku bingng. Aku takut ia terkena penyakit yang orang jawa bilang masuk angina kasep, yaitu masuk angina yang bertumpuk-tempuk dan parah. Aku urung ke Maadi, dengan taksi kubawa aisah ke klinik terdekat. Seorang dokter berjilbab memeriksanya Hampir setengah jam lamanya Aisah berada dalam kamar periksa dengan dokter berjilbab. Ketika kuduanya keluar, dokter itu tersenym, “ Selamat! Setelah kami periksa air seninya dan kami lanjutkan dengan USG, istri anda posutif hamil!”.
Wajah aisah cerah, Kepadaku ia mengeringkan air mata kananya. Aku merasakan kebahagiaan luar biasa. Begitu sampai di flat Aisah berkata dengan cerah,
“ Melodi cinta yang kaumainkan sungguh ampuh, Suamiku. Dan memangf saat malam pertama dan malam-malam indah setelah itu adalah saat aku sedang berada dalam masa subur. Allah telah mengatur sedemikan indahnya. Segala puji bagi-Nya yang telah memberikan anugrah-Nya yang agung ini pada kita berdua.
Aku tersenym dan langsung mencium pipinya yang bersih. Aisah menggeliat manja. Ia lalu mengangkat telepon memberi tahu bibinya, sarah. Ia juga memberi tahu akbar Ali, Pamanya di turki. Aku melihat kalender. Tak terasa kami telah hidup bersama sejak malam pertama itu selama satu bulan lebih. Hari-hari indah selalu begitu saja tanpa terasa. Rasanya aku baru sehari bersamamu Aisah.
Untuk menghayati keagungan nikmat yang telah tuhan berikan, kuajak Aisah sujud dan shalat dhuha. Kepadanya aku berpesan untuk tidak beraktivitas keluar rumah. Menjelang Zuhur aku bersiap untuk menjengung Maria yang sakit. Aisah kuminta dirumah. Dia pesan dibelikan buah pir dan kurma. Tiaba-tiba ada orang membunyikan bel dengan keras sekali. Aku bergegas membuka pintu dibuntuti Aisah yang penasaran siapa yang membunyikan bel seperti orang gila itu. Behitupun pintu kubuka. Tiga orangf polisi berbadan kekar menerobios masuk tanpa permisi dan menghardikj,
“Kau yang bernama Fahri Abdullah?1”
“ Ya benar, ada apa? “
“ Kami mendapat perintah untuk menangkapmu dan menyeretmu ke penjara, ya mugrim! Bentak polosi berkumis tebal.”
Kalian bawa surat penangkapan dan pa kesalahanku/”
“Ini suratnya, kesalahanmu lihat saja nanti di pengadilan”
Aku membaca selembaran kertas itu. Aku ditangkap atas tuduhan memerkosa. Bagamana bbisa terjadi.
“Ini tidak mungkin! Ini pasti ada kesalahan. Saya tidak mau ditangkap!” bentaku. ( halaman 302 )
f. Kutipan ke-6
Akhirnya hakim memulai siding, sambil meninggu Maria dating, Amru mengajukan Syaik Ahmad dan istrinya sebagai saksi. Mereka berdua tampil bergantian memberikan kesaksisn. Ummum Aiman, istri Syaikh Ahmad menangis saat memberikan kesaksiannya. Ia merasa sangat sakit hatinya ata apa yang dilakukan Noura. Sambil terisak dan sesekali menyeka matanya. Ummu Aiman berkata “ Entah dengan siapa Noura melakukan perzinahan Tapi jelas bukan Fahri. Apa yang dikatakan Noura bahwa Fahri memperkosanya adalah fitnah yang sangat keji. Noura sungguh gadis yang tahu diri. Ia telah ditolong tapi memfitnah orang yang dengan tulus hati menolongnya. Aku hanya bisa bersaksi bahwa selama Noura di Tafahna ia menceritakan kejadian malam itu dan tidak pernah menyebut bersama Fahri dari jam tiga sampai Azan pertama. Ia bercerita malam itu ia bersama Maria sampai pagi. Jika pengadilan ini akhirnya memenangkan seorang pemitnah akan dininasahkan oleh keadilan tuhan.
Kulihat reaksi Noura. Dia hanya menunduk kepala. Sementara ayah dan ibunya menatap Ummu Aiman tanpa kedip dan tatapan garang dan kebencian. Jksa penuntut mencerca Ummu Aimkan dengan beberapa pertanyaan dan Ummu Aiman menjawabnya dengan tenang. Beberapa kali ia menjawab “ Tidak Tahu “
Kwetika Ummu Aiman turun dari memberikan kesaksisn, maria dating. Ia duduk diatas kursi roda didorong oleh adiknya Yousef, diiringin Aisah, Tuan Broutus, Madame Nahed, Paman Eqbal, Bibi Sarah, dan seorang Polisi berdasi yang gagah. Melihat Maria dating serta merta Syaikh Ahmad bertakbir diikuti gemuruh takbir orang-orang Indonesia. Polisi berdasi langsung mendekati Syaikh Ahmad berbincang sebentar lalau mendekati Amru. Dia tampak menyerahkan beberapa berkas. Amru melihar berkas itu sebentar lalu tersenyum padaku. Amru meminta kepada hakim untuk mendengarlan kesaksian Maria.
“ Pak Hakim dan seluruh yang hadir dalam siding ini, saya berani bersaksi atas nama Tuhan Yang Maha Mengetahui bahwa Noura malam itu, sejak pukul dua malam sampai pagi berada di kamarku. Ia tiadak sama sekali tidak keluar dari kamarku. Ia selalu bersamaku. Jika dia mengatakan pukul tiga aku mengantarkanya turunkerumah Fahri itu bohong belaka. Dalam rentang waktu itu dia sama sekali tidak keluar dari rumahku. Jika Noura mengatakan permohonan atas dirinya terjadi dalam rentang waktu itu sungguh tidak masuk akal. Bagaimana mungkin ada pemerkosaan waktu itu padahal dia berada dikamarku. Dan Fahri berada dikamarnya.
“ Pak Hakim dan hadirin semuanya. Saya ingin memberikan kejelasan yang sejujurnya. Di tempat ini saya hendak berkata apa yang sebenarnya yang saya alami. Sebenarnya apa yang saya katakana pada pengadilan pertama tidak benar saya meminta maaf atas kesaksian palsu saya.” ( halaman 382 ).
g. Kutipan ke-7
“ Aku sungguh tak mengerti dengan apa yang kualami Maria. Tapi bagamana mulanya kau bisa sampai disana?”
“ Aku tidak tahu awal mulanya bagamana. Tiba-tiba saja aku berada dalam alam yang tidak pernah kulihat sebelumnya. Dari kejauhan aku melihat istana hijau bersinar-sinar. Aku dating kesana. Aku belumpernah melihat bangunan istana yang luasnya tiada terkira, dan indahnya tiada pernah terpikir dalam benak manusia. Luar biasa indahnya. Ia memiliki banyak pintu. Dari jarak sangat jauh aku telah mencium wanginya. Aku melihat banyak sekali manusioa berpakaian indah satu persatu masuk ke dalamnya lewat sebuah pintu yang tiada terbayangkan indahnya.
“ Kepada mereka aku bertanya, ‘ istana yang luar biasa indahnya ini apa? ‘ mereka menjawab, ‘ini surga ‘ Hatiku bergetar. Dari pintu yang terbuka itu akau bisa sedikt melihat apa yang ada didalamnya. Sangat menakjubkan. Taka ada kata-kata yang bisa menggambarkan. Tak ada pikiran yang mempu melukiskan. Aku sangat tertarik maka aku ikut barisan orang-orang yang satu persatu masuk kedalamnya. Ketika kaki mau masuk melangkah masuk seorang penjaga dalam senyum menawan berkata padaku, ‘Maaf, Andea tidak boleh lewat pintu ini. Ini Babush shalat. Pinti khusus untuk orang-orang shalat. Dan anda tidaktermasuk golongan mereka! Aku sangat kecewa.
“ Akyu lalu berjalan kessisi lain. Dio sana adapintu yang juga sedang penuh dimasuki anak manusia berpakaian indah. Akau mau ikut masuk. Seorang penjaga yang ramaha berkata’Maaf, anda tidak boleh lewat pintu ini. Ini namanya Babur Rayyan. Pintu khusus orang-orang berpuasa. Adan tidak termasuk golongan mereka!’ Aku sangat sedih. Hatiku kecewa luar biasa.
“Aku melihat di kejauhan masih ada pintu. Akau berjalan kesana dengan harapan bisa masuk lewat pintu itu. Namun ketika hendak masuk seorang penjaga yang wajah bercahaya berkata. “Maaf, anda tidak boleh masuk lewat sini. Ini Babuz Zakat. Pintu khusus untuk orang-orang yang menunaikan zakat. Pintu khusus untuk orang-orang yang menunaikan zakat. Anda bukanlah golongan dari mereka.’ Ada banyk pintu. Dan setiap kali aku hendak masuk selalu dicegah penjaganya.
“Sesampai di pintu terakhir namanya Babut Taubat. Aku juga tidak boleh masuk. Karena itu khusus orang-orang yang taubanya diterima olah Allah. Dan aku tidak termasuk golongan mereka. Aku kembali ke pintu-pintu sebelumnya. Semuanya tertutup rapat. Orang – orang sudah masuk semua. Hanya aku sendirian di luar. Aku mengedor-gedor pintu Babau Rahmah tak ada yang membuka.
“Aku hanya mendengar suara, jika kau memang penghuni surgha tidak perlu mengetuknya karena kau pasti punya kuncinya. Byukakanlah pintu-pintu itu dengan kunci surga yang kaumiliki!’ Aku menangis sejadi-jadinya. Aku tidak memiliki kuncinya. Aku berjalan dari pintu satu ke pintu yang lain dengan airmata menetes di sepanjang jalan. Aku putus asa. Aku tergugu di depan Babur rahmah. Aku mengharu biru pada tuhan. Aku ingin menarik belas kasih-Nya dengan membaca ayat-ayat sucinya. Yang kuhapal adalah surat Maryam yang tertera di dalam Al-qur’an. Dengan mengharu biru aku membacanya penuh penghayatan.
“selesai membaca surat Maryam aku lanjutkan surat Thaha. Sampai ayat sembilan puluh sembilan aku berhenti karena Babur Rahmah terbuka perlahan. Seorang perempuan yang luar biasa anggun dan sucinya keluar mendekatiku dan berkata,
‘Aku Maryam. Yang baru saja kusebut dalam aya-ayat suci yang kubaca. Aku diutus oleh Allah untuk menemuimu. DIa mendengar haru biru tangismu. Apa maumu?’
‘aku ingin masuk surga. Bolehkan?
‘Boleh. Surga memang dipermaklumkan bagi semua hamba-Nya. Tapi kau harus tahu kuncinnya?
‘Apa itu kuncinya?’
‘Nabi pilihan Muhammad Saw. Telah mengajarkannya berulang-ulang. Apakah kau tidak mengetahuinya?’
‘aku tidak mengikuti ajaranya.’
“itulah salahmu.’
‘Kau tidak akan mendapatkan kunci itu selama kau tidak mau tunduk penuh ikhlas mengikitu ajaran Nabi yang paling dikasihi Allah ini. Aku sebenarnya dating memberitahukan kepadamu kunci masuk surga. Tapi karena kau sudah menjaga jarak dengan Muhammad Saw. Maka aku tidak diperkenankan untuk memberitahukan padamu.’
“Bunda Maryam mambalikan badan dan hendak pergi. Aku langsung menubruknya dan lalu bersimpuh dikakinya. Aku menangis tersedu-sedu. Mohon agar diberitahu kunci surga itu. ‘Aku hidup untuk mencari kerelaan Tuhan. Akau ingin masuk surga hidup bersama orang-orang yang beruntung. Aku akan melakukan apa saja, asal masuk surga. Bunda Maryam tolonglah aku. Berilah aku kunci itu! Aku tidak mau merugi selama-lamanya.’ Aku terus menangis sambil menyebut-nyebut nama Allah.
“Akhirnya hati Bunda Maryam luluh. Dia duduk dan mengelus kepala dengan penuh kasih saying, ‘Maria dengarkan baik-baik! Nabi Muhammad Saw. Telah mengajarkan kunci masuk surga. Dia bersabda, barang siapa berwudlu dengan baik, kemudian mengucap sahadu an laa ilaaha illalah wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa rasuluh ( Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusa-Nya maka akan dibukakan delapan pintu surga untuknya dan dia boleh masuk yang mana ia suka! “Jika kau ingin masuk surga, lakukanlah apa yang diajarkan oleh Nabi pilihan allah itu. Dia nabi yang tidak pernah bohong. Dai Nabi yang semua ucapannya benar. Itulah kunci surga! Dan ingat Maria, kau harus melakukannya dengan penuh keimanan dalam hati, bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah. Tanpa keimanan itu, yang kaulakukan sia-sia. Sekarang pergilah untuk berwudlu. Dan cepat kembali kemari, akyu akan menunggumu di sisni. Kita nanti masuk bersama. Aku akan membawa ke surga Firdaus, tempat para anbiya, syuhada, shalihin, dan orang-orang yang dimulyakan Tuhannya!
‘Setelah mendengar nasihat dari Bunda Maryam, aku lalu pergi mencari air untuk mudhlu. Aku berjalan ke sana kemari namun tidak menemukan air. Aku terus menyebut nama surga. Aku ingin masuk surga. Aku ingion kesana. Bunda Maryam menungguku di Babur rahmah. Itulah kejadian atau mimpi yang aku alami. Oh Fakri, suamiku, maukah kau menolongku?
“Apa yang bisa aku lakukan untukmu, Maria?”
“Bantulah aku berwudhlu. Aku masih mencium bau surga. Wanginya merasuk dalam sukma. Aku ingin masuk ke dalamnya. Di sana aku berjanji akan mempersiapkan segalany dan menunggumu untuk bercinta. Memadu kasih dalam cahaya kesucian dam kerelaan Tuhan selama-lamanya. Suamiku, Bantu aku berudhlu sekarang juga!”
Aku menuriti keinginan Maria. Dengan sekuat tenaga aku membopong Maria yang kurus kering ke kamar mandi. Aisah membantu membawa tiang infuse. Dengan tetap kubopong, Maria diwudhui oleh Aisah. Setelah selesai, Maria kembali kubaringkan di atas kasur seperti semula. Dia menatapku dengan sorot mata bercahaya. Bibirnya tersenyum lebih indah dari biasanya. Lalu dengan suara lirih yang keluar dari relung jiwa ia berkata.
Ashadu an laa ilaaha illallah
Wa asyhadu anna Muhammadan abduhu warasuluh!
Ia tetap tersenyum. Menatapku. Menatap tiada berkedip. Perlahan pandangan matanya meredup. Tak lama kemudian kedua matanya yang bening itu menutup rapat. Kuperiksa nafasnya telah tiada, nadinya tiada lagi denyutnya. Dan jantungnya tiada lagi terdengar detaknya. Aku tak kuasa menahan derasnya leleh airmata. Aisah juga. Inna lillahi wa inna o\ilaihi raajiun!
Maria menghadap Tuhan dengan menyungging senyum di bibir. Wajahnya bersih seakan diselimuti cahaya. Kata-kata yang tadi diucapkannya dengan bibir bergetar itu kembali terngiang-ngiang ditelinga,
“Aku masih mencium bau surga. Wanginya merasuk dalam sukma. Aku ingin masuk ke dalamnya. Di sana aku berjanji akan mempersiapkan segalany dan menunggumu untuk bercinta. Memadu kasih dalam cahaya kesucian dam kerelaan Tuhan selama-lamanya. Aku masih mencium bau surga. Wanginya merasuk dalam sukma. Aku ingin masuk ke dalamnya. Di sana aku berjanji akan mempersiapkan segalany dan menunggumu untuk bercinta. Memadu kasih dalam cahaya kesucian dam kerelaan Tuhan selama-lamanya.
Sambil tersiak Aisah melantunkan ayat,
Yaa ayyatuhan bafsul muthmainnah
Irji’ioi ilaa Rabbiki
Raadhyatan mardhiyyah
Fadkhulli fii ibaadii
Wadkhulii jannatii
( Hai jiwa yang tenang
kembali kamu kepada Tuhanmu
dengan hatii puas lagi diridhai
Maka Masuklah kedalam golongan hamba-hamba-Ku
Maka masuklah kedalam surga-Ku. )
Saat itu Madame Nahed, terbangun dari tidurnya dan bertanya sambil mengucek kedua matanya, “ Kenapa kalian menangis?”
Kaca jendela mengembun. Musim dingin sesdang menuju puncaknya. O, apakah di surga sana ada musim dingin ? ataukah malah musim semi selamanya ? Ataukah musim-musim di sana tidak seperti yang ada di dunia? O, hanya Allah yang tahu.
Allahuma inni as-aluka ridhaaka wal jannah. Ya Allah, aku mohon ridha-Mu dan surga-Mu. Amin.
( halaman 398 )

D. Unsur-Unsur Ekstrinsik
a. Biografi Pengarang :
Pofil Penulis
HABIBURRRAHMAN EL SHIRAZY, LAHIR DI Semarang, pada hari Kamis, 30 september 1976. Memulai pendidikan menengahnya di MTs Futuhiyyah 1 Mranggen sambil belajar kitab kuning di Pondok Pesantren Al Anwar, Maranggen, Demak di bawah asuhan KH. Abdul Basir Hamzah. Pada tahun 1992 ia merantau ke Kota Budaya Surakarta untuk belajar di Madrasah aliyah Program khusus ( MAPK) Surakarta, lulus pada tahun 1995 setelah itu melanjutkan pengembangan intelektualnya ke Fak. Ushuluddin, Jurusan Hadis, Universitas Al-Azhar, Cairo dan selesai pada tahun 1999. Telah merampunmgkan Postgraduate Diploma ( Pg. D ) S2 di The Institute for Islamic Studies in Cairo yang didirikan oleh Imam al-Baiquri ( 2001 ). Profil karyanya pernah menghiasi beberapa koran dan majalah, baik local maupun Nasional, seperti solo Pos, Republika, Annida, saksi, sabili, Muslimah, dll.
Beberapa karya Kang Abik, baik yang sudah maupun akan terbit, Ketika Cinta Berbuah Surga ( Cetakan ke-2 MQS Publishing, 2005 ), Pudarnya Pesona Cleopatra ( Cetakan ke 2, Republika, 2005 ), Di Atas Sajadah Cinta ( Cetakan ke-3, Basmala, 2005 ). Sekarang merampungkan Langit Makkah Berwarna Merah, Bidadari Bermata Bening, Dalam Mihrab Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih. Dari beberapa novel yang sedang dirampungkannya itu, setelah kesuksesan Ayat-Ayat Cinta yang meledak dan fenomenal, Kang abik, memilih akan segera meluncurkan novel Ketika Cinta Bertasbih terlebih dahulu. Novel ini diperkirakan setebal 500 halaman dengan setting Mesir- Indonesia ini semoga lebih baik dan lebih berkah.
b. Waktu Penciptaan : Negara Mesir Khairo Al-Azhar
c. Situasi Penciptaan : Kebanyakan hal yang menyedihkan saat Fahri di tuduh memperkosa seorang gadis Mesir yaitu Noura, saat Maria Terbaring di rumah sakit, saat Fahri di Penjara dan terakhir saat Maria meninggal dunia.
d. Karya Sejaman : tahun 2000, atau angkatan 2000.